Program Prorakyat Cuma Dapat Rp 3,6 Triliun

NERACA

Jakarta-----Badan Perencana Pembangunan Nasional menilai kebutuhan dana untuk program pro rakyat pada 2012 mencapai sekitar Rp 5 triliun. Besarnya anggaran ini untuk membiayai 6 program. “Kluster 4 ini baru pilot, betul-betul baru. Nah kalau yang 2012 ini total 6 program adalah Rp 5 triliun," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana kepada wartawan di Jakarta,20/12.

Namun kata Armida, pemerintah kemungkinan besar baru bisa menyediakan sekitar Rp3,6 triliun saja. “Ya, pemerintah masih perlu lagi,”tegasnya.

Lebih jauh kata Armida, Bappenas akan memfokuskan beberapa titik masalah pada 2013 nanti. "Kami akan memfokuskan masalah-masalah pada 2013 nanti seperti sumber daya manusia, akses dan kualitas, pendidikan kesehatan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi sekitar 7%," ujarnya.

Menurut Armida, beberapa fokus lainnya antara lain, untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi sekitar 7%. “Setidaknya di dalamnya harus ada investasi secara besar-besaran untuk bidang infrastruktur," tegasnya.

Amirda menambahkan, fokus-fokus tersebut harus dijalankan, karena merupakan komitmen yang sudah ada, sehingga 2014 nanti semua target tesebut akan terselesaikan.

Sementara Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga mengungkapkan yatakan pemerintah hanya mampu menggelontorkan sekitar Rp 3,6 triliun untuk program tersebut. Selebihnya, diharapkan dapat bantuan dari pihak swasta dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. "Ada sekitar Rp 3,6 triliun dana yang akan kita masukkan, makanya kita akan libatkan swasta BUMN, PKBL untuk mengembangkan program-program yang kita sebut kluster keempat tadi," katanya

Menurut Hatta, terdapat 6 program dalam kluster IV tersebut. Pertama, pembangunan rumah murah dan sangat murah untuk rakyat. Kedua, peningkatan kehidupan para nelayan. "Termasuk mulai dari alat tangkapnya, perkampungannya, kehidupannya, dan sebagainya," jelasnya.

Kemudian, program listrik murah untuk rakyat, program air bersih, angkutan pedesaan, dan program untuk masyarakat miskin perkotaan. "Semua ini kita rangkum menjadi sinergi dan kita akan melakukan quick wins di beberapa daerah walaupun ini semua cakupannya di seluruh Indonesia dan merupakan bagian tidak terpisahkan nanti dalam program pembangunan nasional kita ada MP3EI," tandasnya

Hatta menambahkan penambahan program pro rakyat itu semata-mata untuk mengurangi membuka lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan. Karena itu pemerintah menjanjikan ada 3,9 juta lapangan kerja baru pada 2012. “At least kita harus menciptakan 3,9 juta lapangan kerja pada 2012," ungkapmua

Lebih jauh kata Hatta, lapangan kerja tersebut dapat menyerap 2,9 juta angkatan kerja baru dan 1 juta pengangguran yang masih ada saat ini. "Dengan demikian kita bisa mengurangi satu juta (pengangguran) paling tidak kita targetkan pada 2012 ini," ujarnya.

Hatta menambahkan setiap 1% pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat menyerap sekitar 500.000 orang tenaga kerja. "Kalau pertumbuhan kita 6,5%-6,7%, maka kita harapkan bisa di atas 500 ribu kita bisa per satu persen capaian ditambah dengan spesial program-program yang berkaitan dengan lapangan kerja," jelasnya.

Selain program pengurangan pengangguran, Hatta juga menargetkan surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014. Untuk pencapaian target tersebut, pemerintah menambahkan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun. "Akan ada on top daripada dana yang ada akan kita tambahkan sekitar Rp 1,7 triliun dan bertahap naik sampai 2014 kita harapkan 10 juta surplus beras akan tecapai," pungkasnya. **cahyo

Related posts