Ditjen Pajak Ingatkan WP Soal Tagihan

NERACA

Jakarta--- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus melakukan upaya pengamanan penerimaan pajak menjelang akhir Tahun Anggaran 2011. Salah satunya mengingatkan para Wajib Pajak (WP) tentang pelayanan pembayaran pajak pada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi, dan Pos Persepsi pada akhir 2011.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP Dedi Rudaedi mengatakan, berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pebendaharaan Nomor 73/PB/2011 Tanggal 3 Nopember 2011 tentang Langkah-langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2011.

Menurut Dedi, Direktur Jenderal Perbedaharaan telah memerintahkan Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi atau Pos Persepsi mulai 21 Desember sampai dengan 30 Desember 2011 untuk membuka penuh loket pembayaran setoran pajak sampai dengan pukul 15.00 waktu setempat. “Khusus untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bank atau Pos Persepsi mulai tanggal 21 Desember sampai dengan 29 Desember 2011 membuka penuh loket penerimaan setoran pajak sampai dengan pukul 15.00 waktu setempat,” jelasnya

Dengan pemberitahuan pelayanan pembayaran pajak pada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi atau Pos ini, DJP berharap dapat membantu Wajib Pajak saat melakukan pembayaran pajak. Sebelumnya, DJP mencatatkan realisasi penerimaan pajak pada tahun ini baru mencapai 83,14. Realiasasi penerimaan pajak ini merupakan data DJP per akhir November.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan potensi penerimaan negara masih cukup besar dibandingkan jumlah penerimaan negara tahun ini. "Penerimaan kita sekarang sekitar Rp 1.300 triliun, tapi potensinya masih jauh sekali," kata Agus

Namun sayangnya, lanjut Agus Marto, masih banyak potensi penerimaan negara yang belum masuk ke kas negara. Sebagai contoh, penerimaan pajak yang tidak disetorkan. "Jadi kami mohon pemerintah pusat dan pemda agar diarahkan satker-satker saat uang dikeluarkan, kewajiban pajak itu dipotong, saat ini manipulasi di bidang itu masih banyak sekali," ungkapnya. **cahyo

Related posts