Indonesia Miliki 40% Geotermal Dunia

Indonesia Miliki 40% Geotermal Dunia

Jakarta-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Indonesia memiliki 40 % geotermal dunia. "Hasil penelitian dunia, energi panas bumi 40% berada di Indonesia," kata Menteri ESDM Jero Wacik kepada wartawan di Jakarta,19/12

Menurut Jero, gunung berapi tidak hanya dilihat sebagai musibah tetapi juga berkah untuk rakyat Indonesia. "Tuhan beri gunung berapi di sini. Ada banyak musibah gunung meletus. Tetapi banyak yang melihat gunung berapi di sini ada yang melihat sebagai musibah. Padahal di bawahnya ada magma yang memanaskan bumi dan itulah potensi energi yang sangat besar," jelasnya.

Lebih jauh kata Jero, pihaknya akan terus mempercepat proses eksplorasi panas bumi yang ada di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat. "Kami dan Kementerian Kehutanan akan terus memantau dan mempercepat proses perizinan panas bumi," terangnya

Jero berharap ke depannya tidak ada proses yang lambat mengenai eksplorasi panas bumi ini. Sebanyak 28 titik potensi panas bumi (geothermal) yang tersebar disepanjang Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara disepakati untuk dipercepat proses perizinannya agar proyek geothermal segera berjalan. "Sesuai amanat presiden, proyek geothermal harus dipercepat, apa kendalanya segera diselesaikan, dan masalah yang krusial ya izin dari Kementerian Kehutanan," tandasnya

Dikatakan Wacik, potensi geothermal Indonesia yang sangat besar, yakni 40% dari cadangan geothermal di dunia ada di Indonesia. Jika dioptimalkan akan membantu mengatasi kekurangan listrik selama ini. "Apalagi wilayah Indonesia yang terletak pada lajur sabuk gunung aktif mempunyai potensi panas bumi yang sangat besar yang tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Busur Banda hingga Sulawesi Utara dan lajur Halmahera," ujarnya.

Jero menambahkan pada kawasan tersebut diketahui sebanyak 276 titik potensi panas bumi dengan total potensi sebesar 29.038 MW. Dari total panas bumi tersebut, hingga saat ini baru dimanfaatkan sebesar 1.196 MW atau sekitar 4,1% dari total potensi. "Tapi daerah yang memiliki potensi panas bumi tersebut terjadi tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan yang mencapai 42% atau setara 12.069 MW, untuk itu MOU ini untuk memperlancar proyek panas bumi," terangnya. **cahyo

Related posts