Transjogya Jadi Model Tekan BBM Subsidi

NERACA

Jakarta----Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyarankan agar pemerintah segera membuat public transportation yang nyaman dan murah. Masalahnya, hal ini bisa mengurangi beban subsidi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) yang makin tinggi. "Kalau misalnya tidak mau kena macet bangun public transportation bikinlah subway, monorel atau Transjogja seperti di Jogja," kata Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di Jakarta,

Widjajono memberikan contoh, bagaimana Jogjakarta bisa membuat public transportasi murah dan cepat. Bahkan banyak masyarakat menggunakan transportasi umum tersebut. "Di Jogja saya naik Transjogja. Enak kok, ke bandara lalu ke UGM," tegasnya.

Menurut Guru Besar ITB ini, langkah yang paling efektif saat ini adalah naikkan harga BBM bersubsidi karena jika terus disubsidi maka dana subsidi ke depannya semakin membengkak. "Kalau menurut saya iya tetapi itukan pemerintah yang memutuskan kalau saya kan hanya sekedar ngomong saja," imbuhnya

Ditempat terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah mempunyai anggaran resiko fiskal yang dapat dipergunakan sebagai bantalan pemakaian kuota BBM subsidi pada tahun 2011 ini. "Tidak akan terkorbankan (pos anggaran lain) karena kita memiliki cadangan. Kita memiliki saldo anggaran lebih (SAL) Rp95 triliun sisa tahun 2010. Jadi cukup kuat. Untuk pangan, energi. Bantalannya cukup," terangnya

Lebih jauh Hatta menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mengenai masalah ini. Dan disimpulkan pemerintah masih mempunyai ruang untuk mengambil langkah ini (carry over). "BBM itu akan dibebankan ke APBN-P 2012. Sudah dipertimbangkan menkeu dan itu bisa kita atasi. Kita tidak cuma bcara soal itu tapi kita bicara secara keseluruhan," tambahnya.

Di tahun 2011 pemerintah menetapkan kuota BBM subsidi sebanyak 40,4 juta kiloliter (kl). Untuk realisasi sendiri tahun 2011 telah melampaui kuota yang diperkirakan akan mencapai 41,9 juta kl sehingga pemakaian kelebihan kuota diperkirakan akan mencapai 1,5 juta kl.

Diakui Hatta, penggunaan RFID dalam pembatasan BBM bersubsidi telah diusulkan oleh kementrian ESDM juga. karenannya, dia meminta Pertamina untuk membangun infrastruktur tersebut dalam tiga bulan. "Ini salah satu yang akan dipresentasikan, Pertamina harus membangun SPBU yang belum (mempunyai RFID) dan membangun dalam dua sampai tiga bulan sehingga pembatasan ini tepat waktu," paparnya

Menurut Hatta, asumsi yang telah ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2012 bisa saja berubah. "Asumsi dasar bisa berubah, misalnya ICP, kita lihat minyak AS bilang USD90 per barel, dan opec USD90-USD100 per barel. Jadi semua itu bisa saja perubahan asumsi itu. Tapi kita mengingnkan apa yang kita pikirkan dalam asumsi tidak melenceng jauh," pungkasnya. **cahyo

Related posts