Lembaga Internasional Akui Pengelolaan Fiskal

NERACA

Jakarta---Naiknya peringkat Indonesia menjadi negara layak investasi (investment grade) tentu akan berdampak pada citra pengelolaan fiskal. Artinya, tidak hanya makro ekonomi Indonesia yang baik, tetapi pengelolaan fiskal juga cukup kuat. “Peningkatan rating ini berdampak positif pada pengelolaan fiskal dan cukup signifikan terhadap imbal hasil (yield) surat berharga negara yang akan turun,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Jakarta,

Lebih jauh kata Hatta, capaian investment grade merupakan hadiah atas kerja keras menjaga perekonomian nasional di tengah semakin tingginya ketidakpastian ekonomi dunia. "Yang kita capai ini adalah hadiah akhir tahun kita," terangnya

Dengan predikat layak investasi, lanjut Hatta, pemerintah tidak terlalu khawatir terhadap aliran modal asing yang diperkirakan semakin deras masuk ke Indonesia. Alasannya, pemerintah memiliki ruang besar bagi aliran dana tersebut melalui berbagai proyek dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Hatta mengaku semakin yakin aliran modal yang masuk ke Indonesia tidak berhenti pada instrument portfolio, namun bisa mengalir ke investasi langsung (foreign direct investment/FDI).

Dikatakan Ketua umum PAN, dukungan predikat layak investasi dan aliran modal yang masuk ke sektor riil, pemerintah optimistis, ekonomi nasional mampu tumbuh 6,7%. "Kita juga bisa tumbuh dobel digit dan ini diikuti nanti dengan begitu banyak relokasi pabrik," tambahnya.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengatakan dukungan kebijakan fiskal sangat dibutuhkan dalam pengelolaan aliran modal yang masuk ke Indonesia. Selama dua dekade terakhir, ekonomi dunia dihadapkan krisis keuangan yang tidak bisa dihindari baik semua negara. Namun, bukan berarti krisis itu tidak membuka ruang untuk peningkatan perekonomian negara berkembang. “Indonesia adalah salah satu dari negara yang ekonominya terus berkembang di tengah perlambatan ekonomi global. Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan berkualitas,” jelasnya.

Pemerintah melihat, peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional bisa dilakukan dengan dorongan aliran modal asing. Sebab, kondisi di Eropa dan Amerika Serikat tidak memungkinkan bagi investor untuk menanamkan modalnya. Menkeu mengatakan, kondisi di Eropa yang belum sepenuhnya pulih, mendorong aliran modal asing masuk ke Indonesia. Kondisi ini yang harus bisa dimanfaatkan agar bisa mempercepat kinerja pertumbuhan ekonomi dalam negeri dengan mengarahkannya ke sektor riil.

Menurutnya, untuk mengarahkan aliran modal ke investasi jangka panjang, dibutuhkan dukungan kebijakan fiskal yang baik. Salah satu bentuk dukungan fiskal adalah alokasi anggaran yang besar bagi perkembangan sektor riil. Harapannya, dengan kucuran anggaran negara, sektor riil dapat tumbuh dengan pesat, sehingga saat aliran modal asing mengarah ke Indonesia, sektor riil dipandang sudah menjanjikan dan siap menyerap dengan baik. Dukungan fiskal lainnya berupa reformasi dalam peraturan yang selama ini terkesan belum memberikan kemudahan dan jaminan investasi dan bisnis.

Selain itu, pemerintah merespon masuknya aliran modal asing dengan kebijakan fiskal di sektor perpajakan. “Kita berikan fasilitas-fasilitas insentif ataupun faslitas umum lainnya. Untuk sektor-sektor tertentu ada bentuk-bentuk insentif fiskal mulai dari faslitas-fasilitas perpajakan sebagaimana kita tahu ada di PP 62 dan kita juga sudah keluarkan lagi peraturan yang memungkinkan ada tax holiday untuk sektor tertentu,” paparnya. **cahyo

Related posts