SBY: Segera Ambil Tindakan Tangkal Krisis

NERACA

Jakarta----Pemerintah mengkaui krisis utang di Eropa serta perekonomian Amerika Serikat (AS) bisa membawa pelambatan ekonomi di seluruh dunia. Bahkan International Monetery Fund (IMF) memprediksi tidak ada negara yang terbebas dari wilayah itu, termasuk Indonesia. "(Karenanya) kita harus nyata lakukan tindakan, semua pihak. Perlu juga dukungan politik dari semua," kata Presiden SBY di Jakarta,

Menurut Kepala Negara, pihaknya segera melakukan pertemuan atau rapat cabinet guna membahas langkah-langkah yang harus dilakukan menghadapi perlambatan perekonomian glonal ini. "(Pertemuan) tingkat kabinet minggu depan, agar 2012 kita bisa berbuat lebih banyak lagi," terangnya

Terkait dengan ancaman derasnya capital inflow, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro menegaskan tidak perlu terlalu khawatir terjadap ancaman tersebut yang masuk ke Indonesia dan berpotensi membuat ekonomi nasional kepanasan. Ancaman itu bisa diminimalisir dengan monetary policy dan fiscal policy. Dukungan pemerintah melalui kebijakan fiskal akan sangat berpengaruh. “Salah satunya tax holiday perlu ditekankan bahwa fiscal policy itu pelengkap dari sekian banyak policy yang penting untuk menarik FDI. Tapi yang lebih penting adalah mengenai iklim investasinya sendiri,” ucap Bambang.

Mantan Dekan FEUI ini menilai, aliran modal dalam jumlah besar menjadi tantangan bnagi pemerintah. Dia mengingatkan agar aliran modal yang masuk tidak hanya memanfaatkan pasar Indonesia yang besar. Untuk itu, dia melihat perlunya meningkatkan nilai tambah dari aliran modal yang masuk. “Kebijakan fiskal kita berkombinasi dengan kebijakan industri kita sehingga FDI itu banyak ke sektor manufaktur yang menciptakan nilai tambah. Kita mendorong nilai tambah,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Analis MNC Securities, Edwin Sebayang menilai masuknya Indonesia ke level Investment Grade versi Fitch, dinilai akan banyak menguntungkan Indonesia., terutama pembayaran bunga pinjaman Indonesia diperkirakan akan semakin kecil jumlahnya. "Cost of borrowing fund akan menjadi lebih rendah, dan hal ini diperkirakan akan memicu Kenaikan Bursa Indonesia Jumat ini," jelasnya

Edwin mengatakan katalis lain pendorong kenaikan Bursa Indonesia adalah Naiknya Indeks Dow Jones 45.33 poin akibat membaiknya data pekerjaan Amerika Serikat (AS) & The Philadelphia Feds Business Outlook bulan Desember.

Selain itu, imbas dari Indonesia mendapatkan Level Investment Grade-nya setelah Credit Rating Agency The Fitch menaikkan Rating Indonesia menjadi "BBB-", dari sebelumnya "BB+". Artinya, akan ada capital inflow cukup besar masuk ke Indonesia. "Pertanyaan penting lebih lanjut untuk ES adalah Kapan Rating Agency lain seperti Moodys serta S&P akan menaikkan Rating Indonesia menjadi Investment Grade?," tanyanya.

Edwin melanjutkan, jika hal itu terjadi, maka setidaknya IHSG bisa berada di level 4.500 pada 2012 mendatang. "Kalau itu terjadi, maka dapat mempermudah pekerjaan analis bahwa IHSG akan menuju paling sedikit ke level 4.500 pada 2012," tandasnya.

Seperti diketahui, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang Indonesia ke BBB- dari sebelumnya BB+. Artinya, Indonesia telah menyabet investment grade dari lembaga pemeringkat tersebut. Di mana status utang yang naik pangkat itu adalah Long Term Foreign dan Local Currency Issuer. Outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Sementara country ceiling dinaikkan menjadi BBB, dan Short Term Foreign Currency IDR dinaikkan menjadi to F3. **cahyo

Related posts