Simas Jiwa Perkuat Jaringan Distribusi Bank - Targetkan Premi Tumbuh 10%

NERACA

Jakarta – Sukses membukukan pertumbuhan premi melesat dari target yang ditetapkan, memacu PT Asuransi Simas Jiwa (Simas Jiwa) untuk mematok pertumbuhan lebih agresif lagi. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan premi sekitar 5% hingga 10%. Maka guna mencapai target pertumbuhan premi tersebut, kata Direktur Utama Simas Jiwa, I.J Soegeng Wibowo, perseroan akan terus merilis produk asuransi baru sesuai kebutuhan pasar dan juga menambah kerjasama perbankan.

Dirinya mengungkapkan, pertumbuhan premi Asuransi Simas Jiwa pada tahun ini masih akan didukung dari produk unit link dan perkembangan jalur distribusi bancassurance. Pasalnya, premi perusahaan pada tahun lalu itu, sekitar 99% dari produk unit link dan perkembangan jalur distribusi bancassuranc, dan sisanya dari produk tradisional. “Strategi tahun ini, kita terus kembangkan saluran distribusi lain. Rencananya, tahun ini masih ada 4 bank yang akan kita ajak kerjasama,”kata Soegeng di Jakarta, kemarin.

Dia juga mengaharapkan, tahun ini komposisi bancasurance yang menjadi penopang pertumbuhan distribusi bisa bergeser. Dimana jalur distribusinya lainnya juga bisa tumbuh lebih tinggi lagi, baik itu lewat agen asuransi atau jalur distribusi lainnya. Perseroan menjelaskan, target premi di 2017 tidak muluk-muluk. Pasalnya di tahun 2016, premi perusahaan sudah naik sangat signifikan sebesar 2.300% atau menjadi sebesar Rp 12,49 triliun dibanding capaian premi tahun sebelumnya yang hanya Rp 519,50 miliar.

Asal tahu saja, Simas Jiwa terus perluas kerjasama dengan industri perbankan dalam memasarkan produk reksa dana. Mengawali tahun 2017 ini, perseroan menjalin kerjasama sinergis dengan Bank of China untuk pemasaran produk Simas Dana Berkembang (unit link) dan Simas Proteksi (Traditional). Dengan kerjasama mutual benefit ini tentu akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, dimana pihak bank bisa menyediakan alternatif produk yang dibutuhkan bagi nasabah, dan bagi perusahaan asuransi dapat memperluas jangkauan pemasaran dengan memanfaatkan jaringan distribusi bank.

Menurut Soegeng, layanan produk asuransi ini disiapkan bagi nasabah BOC di Indonesia untuk mempersiapkan masa depan yang lebih terrncana terkait perencanaan keuangan dan proteksi keluarga untuk kebutuhan di masa mendatang. "Kami targetkan, capaian premi dari kerjasama ini sekitar Rp 20 miliar pada tahun ini. Kami optimis sekali akan tercapai,"tandasnya.

Lewat kerjasama tersebut, perseroan menargetkan dapat mengantungi premi sebesar Rp 20 miliar. Sekedar informasi, sepanjang tahun 2016 lalu Sinas Jiwa membukukan premi sebesar Rp 12,49 triliun tumbuh pesat jika dibandingkan premi pada tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 519,50 miliar. Peningkatan premi juga diiringi dengan tumbuhnya aset perseroan dari Rp 1,23 triliun menjadi Rp 13,17 triliun atau naik 963% dibandingkan aset di tahun 2015. Adapun, jumlah pemegang polis Simas Jiwa hingga akhir tahun 2016 mencapai sebanyak 20,828 jiwa tumbuh 15% dari 18,166 jiwa di tahun 2015.

BERITA TERKAIT

Semester Satu, Laba Sritex Tumbuh 15,14%

NERACA Jakarta – Semester pertama tahun ini, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex berhasil membukukan penjualan kotor meningkat…

Ini Strategi Perkuat Potensi Ekspor Hortikultura

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat potensi ekspor produk hortikultura dengan membuat simpul-simpul pergudangan berskala besar di sejumlah…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…