“Teknologi itu Menyenangkan” - Onno Widodo Purbo, Mentor DO Network

Teknologi merupakan bidang yang sangat baru pada era 1970-an. Terlebih lagi bagi seorang anak kelas 2 SMP. Namun, hal tersebut malah merupakan tantangan bagi Onno W. Purbo. Pada usia tersebut, dia mulai tertarik dengan teknolgi saat membuat lampu flip flop. Keingin tahuannya akan tekbologi semakin kental, bahkan saat kelas 2 SMA dia sudah mampu membuat pemancar radio sendiri, tahun 1979-an. Bahkan saat yang bersamaan, Onno sudah mulai membuat program computer menggunakan bahasa Basic yaitu TRS-80.

”SMA dulu saya sempat mau masuk ke dunia penerbangan. Waktu SMA kelas 2 itu juga merancang dan bikin pesawat terbang glider dengan panjang sayap 1.5 meter, “ papar Onno.

Dia melihat dunia teknologi Indonesia cukup berkembang pesat. Banyak aktifitas di berbagai daerah bermunculan para blogger baru yang inovatif. Bahkan ada juga yang membuat program aplikasi sendiri, baik di Linux, Android dan lainnya, ujar Onno saat ditanya dunia IT di Indonesia.

Hanya saja, semua itu bukan tanpa hambatan. Orang-orang daerah biasanya mengalami kesulitan akan informasi dan pengetahuan yang sudah didapat. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan mereka, bahwa mendapatkan ilmu IT bisa dari internet itu sendiri.

Bidang yang ia tekuni saat ini, tidak lepas dari ilmu yang pernah ia pelajari di bangku kuliah. Jurusan S1 yang ia ambil adalah, simulasi rangkaian elektronika menggunakan server sederhana + kabel serial ke terminal. Jurusan Teknik Elektro ini ia ambil di ITB, dan menjadi lulusan terbaik. Kemudian Onno mendapatkan kuliahnya di Kanada di McMaster University, setelah mendapatkan beasiswa dari PAUME. Di sana ia mengambil bidang studi tentang semiconductor laser yang biasa dipakai di fiber optik. Setelag itu, dia melanjutkan program S3 tentang teknik merancang IC untuk satelit di Waterloo University, Kanada.

”Saat ini, saya sedang mengerjakan hal mengenai open source dan jaringan telekomunikasi, “ lanjut ayah enam anak ini. Dengan segala kesibukan tersebut, Onno mengaku tidak kesulitan mengatur jadwal. Semua sudah diatur oleh isteri tercintanya.

"Nilai seseorang tidak akan di tentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, banyaknya ilmu; Nilai seseorang akan lebih di tentukan oleh berapa besar/banyak umat manusia yang memperoleh manfaat seseorang tersebut", lanjut Onno ketika ditanya akan filosofi hidupnya.

Related posts