2012, Targetkan Pembiayaan Konsumer Naik 40% - Bank Muamalat

Jakarta - Bank Muamalat mentargetkan porsi pembiayaan konsumernya naik menjadi 40 persen dari total pembiayaan pada tahun 2011 nanti. "Pembiayaan ke sektor konsumer kita per November, sekira Rp7,3 triliun atau tumbuh 55 persen (year on year). Pembiayaan di sektor hunian syariah ini menempati 40 persen porsi tersendiri di sektor konsumer dengan total pembiayaan sekira Rp3,6 triliun," tutur Retail Banking Bank Muamalat Adrian Gunadi di sela-sela penandatanganan SMF dengan Muamalat di kantor Bank Muamalat, Jakarta, Rabu (14/12).

Menurut Adrian, hingga akhir tahun ini, pihaknya menargetkan porsi pembiayaan di sektor konsumer akan mencapai sebesar Rp8 triliun, dimana pembiayaan di sektor pembiayaan di hunian syariah (PHS) dapat memberikan kontribusi sebesar Rp3,8 triliun. "Di tahun depan, kita targetkan pembiayaan di sektor konsumer naik 40 persen, dimana 50 persennya untuk pembiayaan hunian syariah," lanjutnya.

Adrian menambahkan, sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) yang diajukan ke BI, pihaknya akan meningkatkan pembiayaan ke sektor hunian syariah dengan lebih mengembangkan ke arah muamalat center, yang akan fokus melayani kebutuhan konsumen termasuk pembiayaan melalui koperasi dan multifinance.

Untuk itu, Bank Muamalat menggandeng Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk memperluas pembiayaan Hunian Syariah (PHS). Kerja sama untuk pembiayaan antara kedua institusi ini akan dijalankan dalam waktu tiga tahun dengan plafon Rp100 miliar. "Pembiayaan ini khusus diperuntukkan bagi kalangan individu dengan jangka waktu pengembalian hingga 15 tahun dengan maksimal plafon pembiayaan minimal Rp50 juta sampai maksimal Rp250 juta. Namun bagi renovasi rumah plafonnya di bawah Rp25 juta dengan jangka waktu lima tahun," ungkap Direktur Korporasi Bank Muamalat Luluk Mahfudah saat menandatangani kerjasama dengan SMF di Bank Muamalat, Rabu.

Kerjasama ini, menurut Luluk, berakad Mudharabah Muqayyaddah antara kedua institusi. Di mana investor (SMF) dikelola Bank Muamalat. Dalam akad ini, investor berhak menentukan sektor mana saja yang akan ditempatkan untuk mendapatkan keuntungan bersama.

"Produk pembiayaan hunian syariah ini memberikan dua alternatif transaksi bagi nasabah yaitu secara kongsi yang diterapkan bagi pemilikan properti baru, second maupun take over. Sistem jual beli (murabahah) memberikan spektrum yang lebih luas berupa indent, renovasi serta pembelian renovasi," lanjutnya.

SMF sendiri, lanjut Luluk, memberikan marjin (bunga) sembilan persen kepada Muamalat. Sebagai informasi, di kuartal tiga ini pembiayaan hunian syariah telah berkontribusi 28 persen senilai Rp3,36 triliun dari total angka pembiayaan ritel Muamalat sebesar Rp11,94 triliun. Adapun pembiayaan total Muamalat sebesar Rp20,79 triliun.

Related posts