Mensos Luncurkan E-Warong Atasi Warga Miskin Depok

Krisis Keuangan dan Bahan Pangan Mahal

Rabu, 11/01/2017
Mensos Luncurkan E-Warong Atasi Warga Miskin Depok

Mensos Luncurkan E-Warong Atasi Warga Miskin Depok

Krisis Keuangan dan Bahan Pangan Mahal

NERACA

Depok - Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) e-Warong (Warung Gotong Royong) dalam bentuk Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) bagi puluhan ribu warga miskin di Kota Depok. Kunjungan kerjanya ini saat kondisi keuangan dan harga bahan pangan terus menerus melambung naik yang semakin mahal dan menyulitkan warga miskin dan telatnya gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).

Demikian rangkuman liputan Neraca saat Launching e-Warong Mensos RI Bersama Walikota Depok Idris Abdul Shomad didamping Wakilnya Pradi Supriatna dan Kepala Dinas Sosial Hj. Kania Parwanti dan pejabat pemkot lainnya di ruang Teratai Balaikota Depok, awal pekan ini.

Menurut Mensos, e-Warong yang bentuknya sama dengan kartu ATM yang dikeluarkan perbankan."Manfaatnya dikenal sebagai kartu ajaib yang bisa digunakan berbagai kebutuhan bahkan juga menjadi alat menabung usaha bagi para ibu rumah tangga," katanya.

Dijelaskan, dengan e-Warong bukan hanya bisa membeli berbagai kebutuhan pokok rumah tangga. Misalnya; beras, gula dan lainnya yang harganya jauh lebih murah dari kondisi harga pasar yang ada."Dalam kondisi harga kebutuhan berbagai bahan yang makin mahal saat ini, maka pemegang kartu e-Warong, hanya membayar dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah," ujar Mensos yang menambahkan tidak berlaku untuk cabai, bawang, daging atau lainnya yang saat ini harganya mahal.

Lebih lanjut dia mengatakan bantuan pangan rastra tidak bisa diuangkan tapi hanya bisa dikonversikan. Sedangkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) bisa dicairkan dan bisa menabung, karena dalam KKS sudah dilengkapi dengan akun dan sistem e-wallet. Selain konversi pangan, elpiji tiga kg juga sudah diitegrasikan di lebih 30 kota di seluruh Indonesia dengan subsidi dalam kartu KKS. Salah satu kota yang sudah mengintegrasikan tersbut, yaitu di kota Semarang, Jawa Tengah

Selain itu, Dirjen Andi dari Kemensos RI, menjelaskan e-Warong juga berfungsi sebagai buku tabungan, bagi pemegangnya jika ada usaha rumah tangga, misalnya menjual telur ayam dan usaha lainnya."Pegang kartu e-Warong dapat menjualnya ke outlet atau gerai e-Warong yang bekerjasama terintegrasi dengan perbankan," ujar Dirjen Andi yang menambah di Depok kerjasamanya dengan Bank BNI.

Menurut CEO wilayah Jakarta Bumi Serpong (Depok termasuk, Red), Hasan Gazali Pulungan, bahwa untuk gerai e-Warong bagi Warga miskin Kota depok saat ini dibuka di Kecamatan Sukmajaya."Pembangunan gerai e-Warong mendapat bantuan dana dari Kemensos yang ditransfer ke pemegang e-Warong sebesar Rp10 juta," ujarnya kepada Neraca.

Selain itu, lanjut Hasan, pemegang kartu e-Warong juga terintegrasi terhadap berbagai program pengentasan kemiskinan. Diantaranya bantuan sosial pendidikan, kesehatan dan lainnya."Sehingga, kartu e-Warong ini sangat riil dan konkret serta transparan diterima langsung aliran bantuan dananya bagi peserta PKH," tutur Hasan G Pulungan. meyakinkan Neraca.

Sementara Staf ahli Mensos, DR. H. Eman Sukirman kepada Neraca mengatakan diharapkan Walikota Depok mempercepat untuk membuka Gerai e-Warong di berbagai wilayah kecamatan di kota Depok."Minimal dapat dibuka 43 gerai e-Warong, karena maksimal bagi 1000 pemegang kartu e-Warong harus dibangun satu gerainya. Hal ini sesuai data kemiskinan yang ada di Kota depok," ujar Eman Sukirman menjelaskan kepada Neraca. Dasmir

Topik Terkait

eman sukirman