Komitmen PNM Kembangkan Program Mekaar

Komitmen PNM Kembangkan Program Mekaar

NERACA

Jakarta - Sebagai salah satu bentuk pendampingan para pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK), PT Permodalan Nasional Madani (persero) terus melakukan pendampingan terhadap kelompok binaannya. Salah satunya pendampingan kepada kelompok binaan program Mekaar yang telah dicanangkan PNM sebagai upaya mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja beserta Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Tubagus Achmad Choesni meninjau salah satu kelompok binaan yang ikut dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), di Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/1).

“Kunjungan kami ingin melihat apa yang dilakukan PNM Mekaar, apa yang dilakukan dalam program PNM ini sangat berarti bagi pelaku usaha mikro. Tadi bisa dilihat bahwa mereka ini bukan orang yang malas, tapi mereka ini tidak mempunyai akses permodalan. Dalam hal ini, PNM memberikan fasilitas kredit tanpa anggunan, dan anggunannya hanya kedisiplinan kelompok,” kata Tubagus.

Menurut Tubagus, akses Program Mekaar perlu diperluas lagi, dimana aksesnya ini sudah masuk di tengah-tengah masyarakat yang memerlukan dan hal yang paling penting adalah rasio kredit macetnya atau non performing loan (NPL) rendah. PNM sebagai lembaga keuangan non bank memiliki peranan khusus dalam menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMK, khususnya menyangkut akses pembiayaan, pemasaran dan manajemen keuangan.”Biasanya pelaku usaha mikro kecil itu secara administrasi belum unbankable. Hal yang terpenting adalah tiap perkelompok program Mekaar itu jujur, disiplin, kerja keras, dan tanggung renteng,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia. Cilincing merupakan awal terbentuknya program PNM Mekaar, yang difokuskan bagi kaum ibu-ibu rumah tangga produktif prasejahtera. Program Mekaar yang difokuskan bagi kaum ibu-ibu rumah tangga produktif ini mulai dibuka pada Januari 2016 dengan hanya satu cabang dengan satu wilayah usaha yaitu di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Hingga akhir Desember 2016 PNM Mekaar telah memiliki 372 kantor cabang serta mengkoordinir 1.244 Kecamatan di seluruh Indonesia hingga pelosok desa.

“Adapun nasabah kami di kelurahan Kalibaru mencapai 1.000 nasabah dan 4.000 nasabah di Kecamatan Cilincing,” ujar dia.

Mekaar merupakan unit bisnis yang memberikan jasa pembiayaan dengan plafon mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta ke setiap nasabah tanpa agunan. Pinjaman awal sebesar Rp 2 juta, lanjut parman, akan bisa bertambah jumlahnya hingga maksimal Rp 5 juta. Adapun jangka waktu pengembalian pinjaman Rp 2 juta selama 25-50 hari.

Selain memberikan peminjaman modal, kata Parman, program Mekaar ini menanamkan nilai penting bagi setiap nasabah untuk jujur dalam melakukan usahanya, disiplin dalam kehadiran disetiap pertemuan dengan kelompok dan juga mengangsur pinjaman serta kerja keras untuk terus mengembangkan usahanya.”Dalam tercapainya keberhasilan suatu usaha maka dibutuhkan kedisiplinan dan kerja keras,” kata dia.

Seiring berjalannya waktu, unit bisnis PNM kian menggurita. Jika sebelumnya Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) menjadi amunisi utama dalam menjalankan bisnis, kini PNM menambah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang ditujukan kepada ibu rumah tangga produktif pra sejahtera. Selain melalui UlaMM, PNM juga gencar untuk program Mekaar. Sasarannya wanita produktif yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sedangkan Executive Vice President (EVP) PNM Bambang Siswaji menambahkan sasaran program Mekaar 2016 sudah tercapai dimana targetnya 400.000 dan sudah tercapai 432.000, kemudian Bu Menteri (Menteri BUMN) menargetkan 2 juta untuk akhir tahun 2017. Diharapkan di daerah-daerah sekitar Jakarta akan dibuat seperti di Cilincing ini sehingga bisa menyebar ke seluruh Jakarta.”Nasabah Mekaar memang paling banyak di daerah Jakarta Utara dikarenakan tingkat kemiskinannya lumayan banyak dan hal ini yang kami sasar,” kata dia.

2017 merupakan tahun tantangan bagi PNM Mekaar untuk dapat melayani hingga 2 juta Ibu rumah tangga produktif seluruh Indonesia dan akan melebarkan sayapnya hingga Kalimantan dan Papua secara keseluruhan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini M Soemarno merasa bangga atas pencapaian PNM Mekaar dapat membina 400.000 ibu rumah tangga prasejahtera produktif seluruh Indonesia."Kami menargetkan tahun ini bisa membantu 400.000 ibu rumah tangga di seluruh Indonesia dan berhasil diwujudkan PNM di penghujung 2016, realisasi tahun ini tercapai, kami minta PNM Mekaar bisa melayani 2 juta ibu rumah tangga produktif di seluruh Indonesia,” kata Menteri Rini saat memberikan motivasi kepada 1500 Nasabah Mekaar PNM, di GOR Simprug, Jumat (30/12/2016). Mohar

Related posts