Bappenas Ingin Lebih Banyak Investasi Air Minum

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengharapkan ke depan akan lebih banyak investasi, terutama dari swasta, untuk membangun sarana penyediaan air minum di seluruh wilayah Indonesia. "Kita harus fokus masalah air, terutama ketersediaan air bersih untuk minum. Kita perlu investasi lebih banyak," ujar Bambang di Jakarta, Selasa (10/1).

Bambang menuturkan, penyediaan sarana air bersih oleh pemerintah memang terus dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan anggaran negara. Namun, dana dari APBN dan APBD sendiri dinilai sangat terbatas untuk investasi di sektor tersebut. Oleh karena itu, lanjutnya, pihak swasta diharapkan dapat berkontribusi menyediakan sarana penyediaan air minum tersebut. Pemerintah sendiri juga membuka diri untuk menjalin kerja sama dan siap memfasilitasi swasta untuk membangun sarana penyediaan air minum di Tanah Air.

Ia mencontohkan pada akhir 2016 lalu, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyepakati perjanjian pembiayaan sindikasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan senilai Rp840 miliar. Proyek yang telah diusulkan sejak masa Order Baru tersebut menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Investasi proyek senilai Rp2,3 triliun tersebut bertujuan untuk mengalirkan air curah dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 liter per detik dengan jaringan sistem transmisi, dari mata air ke lima PDAM di Provinsi Jawa Timur. SPAM Umbulan itu sendiri digadang-gadang dapat memberikan kesempatan bagi lebih dari 1,3 juta warga menikmati air bersih, dan menghemat pengeluaran air bersih sebesar Rp1,2 triliun per tahun serta biaya kesehatan sekitar sekitar Rp100 miliar per tahun.

Saat ini sebanyak 75,64 persen dari 38 juta penduduk di Jawa Timur telah mendapatkan fasilitas air minum yang memadai. Dengan adanya proyek SPAM Umbulan, maka sebanyak 3,35 persen masyarakat Jawa Timur yang belum terdampak air minum bisa mendapatkan manfaat dari fasilitas itu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015, secara nasional, capaian akses air minum di Indonesia sendiri mencapai 70,97 persen. Sekitar 72 juta orang Indonesia masih belum mempunyai akses air minum yang layak.

BERITA TERKAIT

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

Jabar Buka Delapan Peluang Investasi 2018

Jabar Buka Delapan Peluang Investasi 2018 NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Jawa Barat…

Air Minum Kemasan Tercemar Mikroplastik

      NERACA   Jakarta - Baru-baru ini dunia kesehatan dikejutkan dengan kabar tercemarnya air minum kemasan oleh partikel…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengelola Dana Jangka Panjang untuk Infrastruktur akan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyambut baik Penandatanganan Akta Perjanjian Surat Berharga…

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

Pemerintah Siapkan Penyederhanaan Besar-besaran Perizinan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan penyederhanaan besar-besaran perizinan di Indonesia baik di pusat maupun daerah,…