IHSG Belum Beranjak Dari Zona Merah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore (10/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 6,44 poin (0,22%) ke posisi 5.309,924. Namun, LQ 45 berhasil menguat 0,472 poin (0,05%) ke posisi 892,6. Enam sektor mengalami pelemahan dan hanya 4 sektor yang bertahan menguat. Sektor pertanian memimpin penguatan sebesar 0,72% diikuti sektor aneka industri sebesar 0,55%.

Sebanyak 135 saham naik, 164 saham turun, dan 120 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 268.966 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 9,8 miliar lembar saham senilai Rp 4,8 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 184,232 miliar.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tigaraksa Satria (TGKA) naik 400 poin (10,26%) ke Rp 4.300, Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik 320 poin (15,17%) ke Rp 2.430, AKR Corporindo (AKRA) naik 300 poin (5,04%) ke Rp 6.250 dan Supreme Cable (SCCO) naik 250 poin (3,57%) ke Rp 7.250. Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Elang Mahkota (EMTK) turun 1.000 poin (10,64%) menjadi Rp 8.400, Gudang Garam (GGRM) turun 600 poin (0,94%) menjadi Rp 63.000 dan Indo Tambangraya (ITMG) turun 450 poin (2,7%) ke Rp 15.775, dan Capitol Nusantara (CANI) turun 360 poin (25%) ke Rp 1.080.

Pada sesi pertama, IHSG ditutup 13,586 poin (0,26%) ke posisi 5.302,778. Indeks LQ 45 juga melemah 0,34% ke posisi 889,09. Enam sektor mengalami pelemahan dan hanya 4 sektor yang bertahan menguat. Sektor pertanian memimpin penguatan sebesar 0,87% diikuti sektor pertanian sebesar 0,47%. Sementara sektor konsumsi tercatat turun paling dalam pagi ini sebesar 1%. Sebanyak 134 saham naik, 139 saham turun, dan 105 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 151.675 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 6,2 miliar saham senilai Rp 2,4 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 98,745 miliar.

Diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka naik 4,6 poin atau 0,09% menjadi 5.321,36 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,1 poin (0,12%) menjadi 893,56 poin.”Program amnesti pajak yang terbilang cukup sukses masih menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Dia menambahkan bahwa pemerintah yang terus berupaya melakukan pembangun infrastruktur agar dapat menopang pertumbuhan perekonomian nasional turut menjadi katalis positif bagi IHSG. Namun, dia mengatakan bahwa perkiraan berlanjutnya pelemahan indeks saham di kawasan Asia, bisa menjadi hambatan bagi laju IHSG menuju pada perdagangan saham Selasa, di tengah situasi seperti itu pelaku pasar diharapkan tetap waspada.(bani)

BERITA TERKAIT

Belum Ada Kejelasan Pengendali META

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan terus melakukan suspensi atau penghentian perdagangan saham sementara PT Nusantara Infrastructure Tbk (META),…

IHSG Awal Pekan Menguat Tipis 1,55 Poin

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/11), indeks harga saham gabungan (IHSG), Senin, ditutup menguat…

Perkenalkan Ponsel Selfi dari Wiko

  Merk ponsel asal Prancis, Wiko, memboyong dua ponsel yang menampilkan layar besar, seri View, bagi pasar Indonesia. Ponsel ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Bidik Akademisi, Citilink Gandeng ILUNI UI

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali mengadakan kerjasama dengan organisasi alumni perguruan tinggi, kali ini dengan ILUNI UI (Ikatan…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…