PROVINSI SUMATERA SELATAN - BI: Penyaluran Uang Keluaran Baru Masih Terbatas

PROVINSI SUMATERA SELATAN

BI: Penyaluran Uang Keluaran Baru Masih Terbatas

NERACA

Palembang - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel Hamid Ponco Wibowo mengatakan penyaluran uang keluaran baru masih terbatas sehingga belum terdistribusi ke daerah perbatasan dan terpencil.

"Saat ini belum terdistribusi secara menyeluruh bahkan untuk Kota Palembang untuk kawasan pinggiran juga masih belum sampai," kata Hamid di Palembang, sebagaimana dikutip Antara, kemarin.

Ia mengatakan saat ini dari sekitar Rp100 miliar sementara 30 persen rupiah baru ini, baru terdistribusi di wilayah Sumsel."Secara bertahap sembari menyosialisasikan ke masyarakat mengenai ciri-ciri uang baru ini," ujar dia.

Pada uang baru ini terdapat sembilan hingga 12 unsur pengamann dibandingkan penerbitan uang rupiah sebelumnya, untuk mencegah pemalsuan."Bahkan untuk uang kertas Rp100 ribu, ada semua 12 unsur. Ke-12 unsur itu dilihat dari unsur pengaman warnanya, unsur pengaman ultraviolet, benang dan teknologi rectoverso dan lainnya," kata dia.

Unsur pengaman dalam uang rupiah pada tahun emisi 2016 merupakan unsur pengaman terbaik dibandingkan mata uang lain di dunia.

Adapun uang rupiah baru tersebut terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.

Beberapa unsur pengaman itu, di antaranya, perubahan warna (color shifting), fitur pelangi, gambar tersembunyi, fitur ultra violet, tekstur, dan teknik rectoverso. Dari fitur pergantian warna, BI menjelaskan apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna.

Kemudian dari sisi fitur pelangi, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu, maka pada uang rupiah akan muncul gambar tersembunyi multiwarna berupa angka nominal. Selanjutnya dari fitur gambar tersembunyi, apabila dilihat dari sudut tertentu, maka pada uang rupiah akan muncul gambar berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.

Sementara dari sisi fitur ultra violet, BI memperkuat ultra violet yang memendar menjadi dua warna. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI dan gambar pahlawan nasional. Ant

BERITA TERKAIT

Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali - Investasi Properti di Bali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…

Shutdown di Amerika Tidak Goyahkan Rekor IHSG - Pasar Modal Masih Tahan Banting

NERACA Jakarta – Sentimen global memberikan sentimen besar terhadap industri pasar modal di tanah air, lantaran kebanyakan investor tidak hanya…

Pasar Masih Optimis Bukukan Hasil Positif - Semarak Tahun Politik

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia optimistis kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 2018 yang merupakan tahun politik…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkab Tangerang Sesalkan BUMDES Belum Maksimal

Pemkab Tangerang Sesalkan BUMDES Belum Maksimal NERACA Tangerang - Aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menyesalkan banyak Badan Usaha Milik…

Jamkrida Sumsel Tingkatkan Penjaminan Kredit UMKM

Jamkrida Sumsel Tingkatkan Penjaminan Kredit UMKM NERACA Palembang - Badan Usaha Milik Daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Jaminan…

Dewan Desak Tiga Proyek Besar di Kota Sukabumi Segera Tuntas

Dewan Desak Tiga Proyek Besar di Kota Sukabumi Segera Tuntas NERACA Sukabumi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…