BPJS Ketenagakerjaan Cirebon Bayarkan JKM Rp4 Miliar

BPJS Ketenagakerjaan Cirebon Bayarkan JKM Rp4 Miliar

NERACA

Cirebon - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Jawa Barat, mencatat pada tahun 2016 ada sebanyak 212 klaim jaminan kematian (JKM) dengan nilai sekitar Rp4 miliar untuk wilayah kerjanya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cirebon, Mias Muchtar mengatakan pihaknya telah membayarkan klaim sepanjang tahun 2016 ini sebanyak 212 untuk JKM. Ia menuturkan selain JKM, pihaknya juga telah membayarkan jaminan yang lainnya, seperti jaminan kecelakaan (JKK), jaminan pensiun (JP) dan jaminan hari tua.

Ia melanjutkan sampai saat ini untuk jumlah perusahaan yang telah terdaftar itu sebanyak 2.346 perusahaan baik industri Perbankan, Perdagangan dan UMKM yang berada di Wilayah Cirebon."Untuk keseluruhan perusahaan yang sudah terdaftar mencapai 2.346 perusahan di wilayah kerja kami," kata dia di Cirebon, Senin (9/1).

Jumlah perusahaan itu bergerak diberbagai bidang usaha, ada yang di Industri jasa keuangan seperti Bank, Koperasi dan lainnya. Ada juga UMKM yang karyawannya sudah didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan, baik itu perusahaan yang berada di Cirebon Kota/Kabupatendan, Kabupaten Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

Pihaknya mencatat sampai saat ini ada 130 ribu pekerja yang terdaftar. Dari 130 ribu pekerja yang didaftarkan tidak semuanya masih aktif, namun ada juga yang sudah tidak aktif lagi membayar iuran."Mereka yang tidak aktif membayar iuran lagi, biasanya sudah tidak bekerja di perusahaan yang mendaftarkannya," ujar dia.

Sebelumnya, Mias Muchtar mengatakan sebanyak 2.346 perusahaan baik industri Perbankan, Perdagangan dan UMKM yang berada di Wilayah Cirebon, Jawa Barat, telah mendaftarkan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan."Untuk keseluruhan perusahaan yang sudah terdaftar mencapai 2.346 perusahan di wilayah kerja kami," kata dia.

Ia menambahkan sampai bulan Desember tahun 2016, pihaknya mencatat ada sebanyak 79.364 pekerja yang terdaftar dan masih aktif dalam melakukan pembayaran iuran. Sementara itu, untuk jaminan yang didapatkan oleh para pekerja di perusahaan dari BPJS itu komplit, berbeda dengan yang pekerja bukan penerima upah (BPU). Ant

BERITA TERKAIT

SEMINAR NASIONAL KETENAGAKERJAAN

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyalami Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto usai membuka Seminar Nasional Ketenagakerjaan sekaligus Peresmian Lembaga…

Transcoal Pacific Incar Dana Rp 100 Miliar - Lepas 27% Saham Lewat IPO

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) masih cukup besar, meskipun…

Insentif Investasi di Bawah Rp500 Miliar Disiapkan - Kepala BKPM Thomas Lembong

Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan insentif perpajakan bagi investasi skala menengah dan kecil di…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

UKM Dapatkan KUR Kembangkan Usaha

NERACA Makassar - Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya di Kota Makassar, benar-benar sudah merasakan manfaat dari Kredit Usaha…

Pertamina EP Subang Resmikan "Oemah Ngariung" dan "Gendang Pantura"

NERACA SUBANG- PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama dibawah koordinasi dan supervisi…

Pemkot Sukabumi Diminta Lakukan Pengawasan Sembako - Jelang Puasa

NERACA Sukabumi- Menjelang bulan puasa yang tinggal beberapa pekan lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi  harus gencar melakukan pengawasan terhadap kebutuhan…