Bukan Sekadar Air dan Sabun

Neraca. Dengan kemauan yang kuat, apapun yang ada disekitar dapat menjadi peluang bisnis. Termasuk bisnis cuci motor dan mobil. Bisnis bersih-bersih kendaraan ini, bukan sekadar air dan sabun, bila Anda geluti dengan serius, bukab mustahil uang akan terus mengalir karena pelanggan yang datang tidak akan putus mata rantainya.

Bisnis dengan modal sedikit dan pengelolaan yang tidak rumit, kuncinya pada tempat. Bagus bila Anda sudah memiliki lokasi berbisnis, bila tidak, Anda dapat bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil.

Meski usaha cuci motor sudah banyak pemainnya, namun prospeknya masih lumayan bagus. Karena jumlah sepeda motor dan mobil pun kian hari semakin meningkat. Secara garis besar, untuk memulai bisnis cuci kendaraan, ada beberapa hal yang patut Anda perhatikan. Pertama, alat yang digunakan untuk usaha cuci motor.

Dalam hal peralatan, intinya ada tiga macam; yaitu kompresor, alat semprot air dan tabung sabun. Dan tentu saja sumber air. Bila air menjadi persoalan atau ingin lebih memperirit biaya operasional, Anda dapat membuat sumur sendiri. Air sumur lebih bagus sekaligus lebih irit. Selanjutnya bahan baku, untuk proses pencucian motor juga tidak banyak dan mudah didapat, yaitu : Sabun, digunakan sebagai bahan baku utama untuk membersihkan motor. Bensin dan oli, digunakan sebagai campuran sabun untuk membersihkan kotoran yang membandel, sedangkan solar, digunakan untuk bahan bakar kompresor. Vaselin, digunakan untuk membersihkan dan mengkilapkan body motor. Sedangkan silikon, digunakan untuk membersihkan dan mengkilapkan ban motor.

Dalam hal tata ruang, usaha cuci motor ini dibagi menjadi 5 ruang utama, yaitu; ruang utama sebagai tempat cuci motor, ruang tunggu pelanggan, tempat pembayaran, kamar tidur karyawan dan gudang tempat menyimpan perlengkapan usaha cuci motor.

Nah tingkat kesulitan pencuciannya pun terbagi menjadi tiga bagian; yaitu ringan, sedang dan berat. Yang ringan dan sedang bisa dikerjakan dua orang, yang berat butuh tambahan seorang lagi untuk mengerjakannya, hingga menjadi tiga orang. Untuk tarif yang dikenakan ke konsumen, Anda bisa pasang antara Rp 4000 hingga Rp 5000 per sekali cuci. Bahkan dibeberapa tempat, tarif cuci motor misalnya sudah sebesar Rp 7000 hingga Rp 10.000.

Selain jasa pencucian motor, Anda masih bisa mengambil keuntungan dari jasa cuci karpet mobil. Harga yang ditetapkan berkisar Rp 2000-Rp 3000 untuk karpet yang tipis, dan Rp 3000- Rp 5000 untuk karpet yang lebih tebal. Untuk menghitung berapa keuntungan yang dapat Anda raih, lakukan perhitungan dengan prinsip bisnis pareto, artinya untuk menghitung berapa kemungkinan calon konsumen yang mau mampir ke lokasi usaha cuci kendaraan Anda.

Sedangkan perhitungan profit sharing dengan karyawan Anda, lakukan dengan menerapkan sistem yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Seperti cara menerapkan sistem profit sharing dengan menggunakan jumlahnya 1% dari omset total dikali jumlah karyawan, dibagikan setiap bulan setelah tiga bulan masa training.

Sebagai pelengkap, Anda dapat menambahkan aneka minuman untuk para konsumennya yang sedang menunggu motor kesayangannya dicuci. Selain sebagai nilai tambah, cafetaria kecil ini bisa Anda fungsikan untuk menghasilkan pemasukan tambahan.

Satu hal yang perlu diperhatikan, apabila musim hujan, omset anda bisa turun hingga 60%. Biasanya konsumen merasa rugi apabila motor yang baru dicuci kemudian kotor lagi karena terkena cipratan genangan air. Nah berikut simulasi keuntungan usahanya yang akan Anda jalankan.

Pendapatan

Jasa Pencucian Motor : Rp. 5.000,00 x 100 motor x 30 hari = Rp. 15.000.000,00

Jasa Pencucian Karpet : Rp. 2.500,00 x 16 karpet x 30 hari = Rp. 1.200.000,00

Pendapatan Cafetaria : Rp. 500,00 x (50%x 100 orang) x 30 hari = Rp. 750.000,00

Total Pendapatan = Rp. 16.950.000,00

Pengeluaran

Gaji Karyawan : Rp. 400.000,00 x 10 orang = Rp. 4.000.000,00

Uang Makan : Rp. 5000,00 x 3 kali x 30 hari x 10 orang = Rp. 4.500.000,00

Bahan Baku (sabun, silikon, bensin, solar, dsb) = Rp. 2.500.000,00

Sharing Profit : 1% x 16.950.000,00 x 10 orang karyawan = Rp. 1.695.000,00

Total Pengeluaran = Rp. 12.695.000,00

Keuntungan

Laba Bersih = Rp. 16.950.000,00 – Rp. 12.695.000,00 = Rp. 4.255.000,00

Sederet asumsi perhitungan itu, tidak terlepas dari faktor lain yang mendukung, seperti lokasi usaha yang banyak kendaraan bermotor. Pertimbangkan persaingan dan lingkungan yang banyak penduduk. Selanjutnya, cari dan latihlah tenaga pekerja Anda seputar cara dan standar kebersihan dalam mencuci kendaraan bermotor hingga sekadar menyemir ban. Pilih pekerja yang mau bekerja keras, jujur dan tidak malas. Untuk itu, perhatikan faktor kesejahteraan mereka, karena dapat merangsang mereka agar giat bekerja dan mengurangi resiko jika jumlah konsumen sedikit.

Dengan terpenuhinya beberapa faktor penting tersebut, maka administrasi pun dapat tersususn rapih, dengan mencatat setiap pengeluaran (listrik, air, gaji pegawai, iuran warga) dan pemasukan secara cermat dan teliti. Semoga bermanfaat.

Related posts