IPO Perusahaan Asing Ditargetkan 2018

Selasa, 10/01/2017
IPO Perusahaan Asing Ditargetkan 2018

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan-perusahaan asing paling cepat baru bisa dilakukan pada 2018 mendatang.Hal tersebut disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayatdi Jakarta, kemarin.

Dirinya menilai, proses IPO tercepat yang bisa dilakukan tiga dari 52 perusahaan asing yang akan go public dalam waktu dekat, yakni paruh kedua tahun ini. Asal tahu, perusahaan-perusahaan asing tersebut merupakan emiten bursa di Malaysia, Singapura, Sydney, dan New York.

Waktu yang relatif lama bagi perusahan asing untuk melantai di bursa dalam negeri, kata Samsul, dikarenakan sebagian dari tiga perusahaan tersebut juga belum melakukan pencatatan saham di luar negeri."Mereka masih kalkulasi, bagaimana mekanismenya, dan mereka juga yang jelas harus ada kalkulasi dalam internal perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia memang tidak bisa seenaknya menggelar IPO. Mereka membutuhan skema Sertifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI) atau Indonesia Depository Receipt (IDR).Namun demikian, Samsul menjelaskan, mekanismenya tak akan jauh berbeda dengan perusahaan lokal yang ingin IPO. “Ya, sama saja. Mereka gunakan sertifikat penitipan efek Indonesia. Itu mekanisme perusahaan asing yang ingin tercatat di Indonesia,” imbuhnya.

Sekadar informasi, peraturan terkait SPEI diluncurkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), yang sekarang menjadi Otoritas Jasa Keuangan, pada 1997 silam tentang Penawaran Umum SPEI.Sayangnya, sejak beleid itu dirilis, belum ada perusahaan asing yang memanfaatkan hal tersebut hingga saat ini. Saat ini, OJK sedang menginisiasi untuk memperbarui aturan terkait hal tersebut untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini.(cnn/bani)