Memahami Gejala Stroke

Neraca. Berdasarkan penyebabnya, stroke terbagi menjadi dua macam, yakni: Cerebral haemorrhage (stroke hemorajik), yaitu stroke yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah. Dan Ischaemic stroke (stroke iskemik), yaitu stroke yang terjadi karena sumbatan pembuluh darah.

Dilihat dan gejalanya, stroke terbagi menjadi tiga macam, yakni:

1. Stroke sementara (sembuh dalam beberapa menit atau jam).

2. Stroke ringan (sembuh dalam beberapa minggu).

3. Stroke berat (sembuh dengan meninggalkan cacat, tidak bisa sembuh total, bahkan dalam beberapa bulan (tahun) bisa mengakibatkan kematian.

Baik stroke sementara, ringan maupun berat mempunyai lima gejala utama, yaitu:

1. Pusing atau sakit kepala tiba-tiba tanpa tahu sebabnya.

2. Tiba-tiba kehilangan keseimbangan, koordinasi dan kontrol tubuh.

3. Kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.

4. Kehilangan kesadaran dan bicara tidak jelas.

5. Kelemahan dan kelumpuhan pada wajah, lengan, tangan, terutama pada salah satu sisi tubuh.

Meskipun hanya terserang stroke sementara, namun dianjurkan pada penderita untuk cepat-cepat ke rumah sakit atau dokter terdekat. Penanganan dokter atau pihak rumah sakit tersebut akan menentukan kesembuhan penderita itu.

Sejurnlah penderita dapat sembuh dan stroke, namun banyak yang meninggal atau mengalami cacat permanen (kelumpuhan, gangguan bicara dan kehilangan sebagian daya ingat). Stroke hemorajik memiliki probabiliitas lebih besar sebagai penyebab cacar atau kematian ketimbang stroke iskemik.

Seorang yang pernah mengalami stroke ringan bisa mendapatkan serangan stroke ulangan. Bahkan risiko berulangnya stroke sangat tinggi. Kurang lebih dan lima penderita akan mendapat stroke sekunder dalam waktu lima tahun. Namun seiring perkembangan pengobatan stroke, risiko berulangnya penyakit itu bisa dikurangi. Asam asetil salisilat yang banyak dipakai oleh penderita stroke iskemik (TIA) dapat mengurangi risiko stroke sekunder sebesar 25-33 %.

Operasi untuk menghilangkan sumbatan pada arteri karotid yang mengalirkan darah ke otak juga dapat mengurangi risiko stroke pada penderita stroke iskemik (TIA). Namun hanya sebagian kecil penderita yang dapat menjalani operasi ini.

Related posts