Bappeda Tangerang Sesalkan Proyek Sanitasi Tidak Maksimal

Senin, 09/01/2017
Bappeda Tangerang Sesalkan Proyek Sanitasi Tidak Maksimal

Bappeda Tangerang Sesalkan Proyek Sanitasi Tidak Maksimal

NERACA

Tangerang - Aparat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menyesalkan adanya beberapa proyek sanitasi sekolah tidak maksimal karena kurang perawatan.

"Dari hasil peninjauan ke sekolah, toilet dibiarkan kotor tanpa dibersihkan," kata Sekretaris Bappeda Pemkab Tangerang Komarudin di Tangerang, Jumat (6/1).

Komarudin mengatakan sanitasi sekolah kurang perawatan karena pola hidup sehat tidak diterapkan oleh kepala sekolah kepada anak didik. Pernyataan itu sehubungan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar melakukan kunjungan mendadak ke beberapa sekolah maka toilet dibiarkan kotor dan tanpa perawatan. Padahal proyek sanitasi sekolah itu dibiayai oleh APBD Kabupaten Tangerang dan telah mendapatkan persetujuan dari DPRD setempat.

Kepala sekolah yang lalai dalam perawatan sanitasi sekolah itu jumlahnya puluhan dan mereka mendapatkan sanksi berupa pencopotan jabatan. Bahkan kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tigaraksa, Panongan, maupun Kecamatan Balaraja tidak mendapatkan jabatan karena dianggap mengabaikan kebersihan. Namun penilaian sekolah bersih biasanya pada toilet dan kebersihan sanitasi, bukan pada halaman hijau, penataan taman serta ruang kelas.

Komarudin menambahkan banyak toilet yang dibangun oleh aparat Dinas Cipta Karya Pemkab Tangerang jangan hanya sebagai monumen dan pajangan belaka."Tapi toilet harus dirawat, karena menggunakan uang rakyat," kata mantan Manajer Persita dan Pengurus Sepak Bola Kabupaten Tangerang itu.

Menurut dia, pola hidup bersih harus diajarkan kepada anak didik agar mereka terbiasa buang hajat di toilet bukan sembarang tempat sekitar sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memasukkan materi perilaku hidup sehat dalam mata pelajaran kepada anak didik. Dia mengatakan ada anggapan keliru pada guru karena tugas utama adalah mengajar di sekolah bukan membersihkan toilet atau merawat sanitasi. Ant