HSBC Bangun Sepuluh Rumah Bagi Guru

Neraca.Hari ini kami melakukan program Home for Teacher untuk memberi bantuan kepada para guru. Kali ini di Mauk, Tangerang. Pada tahap ini kami membangun 10 rumah dan mengikut sertakan 54 karyawan kami untuk membangun rumah secara bergotong royong, Jelas Amanda Murphy, Kepala HSBC Indonesia, saat acara pembukaan yang dilakukan tepat dihalaman rumah salah satu guru di Mauk, Tangerang.

HSBC merupakan perusahaan keuangan/perbankan yang cukup terkenal di Indonesia. Dalam kiprahnya untuk kepedulian sosial kepada mayarakat Indonesia mereka melakukan bakti sosial yang merupakan program CSR yang sering mereka lakukan. Berbagai kegiatan kepedulian social yang meeka laksanakan sepenuhnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dengan program ini, HSBC berharap kegiatan ini dapat di ikuti oleh perusahaan lainnya, dan membantu masyarakat yang membutuhkan sehingga masyarakat tidak lagi tinggal tinggal di tempat yang tidak layak. Hal ini kami prioritaskan kepada guru yang kurang mampu, sehingga rumah mereka layak huni. Bila rumah mereka nyaman, tentunya mereka akan mengajar dengan baik dan cerdas,” menurut Yudi Sutrisna, kepala bagian CSR, HSBC.

Untuk program CSR kali ini, kami fokus di pendidikan, terutama untuk pembangunan sepuluh rumah bagi guru yang berlokasi di desa Tegal Kunir, RT 14 RW 04, Mauk, Tangerang. Hal itu berdasarkan pemikiran dasar bahwa bila konsisi rumah guru tidak layak, seperti bocor, kumuh maka kehidupan mereka tentunya akan mempengaruhi pikiran dan konsentrasi ketika mengajar di sekolah. Bila rumah guru layak huni, maka guru akan dapat mengajar dengan baik karena waktu istirahat dan pikirannya jernih sehingga dapat berfikir jernih dan cerdas, tambah Yudi.

Kepedulian terhadap pendidikan merupakan konsentrasi bagi seluruh elemen bangsa dan Negara. Untuk menjadikan masyarakat yang cerdas dan dapat menghadapi setiap tantangan jaman yang datang, maka pendidikan merupakan syarat mutlak bagi suatu bangsa untuk menguasainya. Dunia pendidikan di Indonesia saat ini mulai bergeliat dari keterpurukannya selama ini. Arah dan tujuan telah disepakati bersama untuk menjadi manusia yang bermanfaat dimana pun berada.

Seiring dengan langkah tersebut, maka HSBC melihat kearah itu dan mencoba memberikan apa yang mereka mampu terhadap pembangunan diri terhadap dunia pendidikan. Pembangunan sepuluh rumah guru ini, merupakan wujud nyata atas kepedulian mereka terhadap pendidikan. Guru merupakan seorang pendidik yang menghasilkan murid-murid yang akan menjadi calon pemimpin bangsa, maka dengan memperhatikan kesejahteraan kehidupan kepada guru, sehingga guru akan senang dan dapat memberikan ilmu pengetahuannya dengan baik. Bila guru telah tercukupi kebutuhan hidupnya, maka segala pemikiran dan konsentrasinya adalah untuk mendidik murid-muridnya menjadi orang-orang yang cerdas dan berguna.

Untuk itulah HSBC bekerjasama dengan PT. Laut Luas, Tbk dan NGO ‘Habitat for Humanity’, untuk memberikan bantuan kepada para guru yang ada di Mauk Tangerang. Hal ini merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat dan bangsa untuk memiliki kepedulian yang sama, sehingga dapat membantu saudara yang lainnya, yang masih membutuhkan uluran tangan. “Banyak perusahaan berfikir henya tentang kesehatan dan pendidikannya saja, tetapi kami berusaha untuk membangun rumah yang yang layak. Bila orang/guru memiliki rumah layak maka kehidupan mereka akan nyaman sehingga mereka dapat menghasilkan pemikiran dan kreatifitas yang berguna untuk dirinya dan orang lain,” menurut Engeline, Ketua NGO Habitat for Humanity.

Program sosial ini seperti ini, memang sangat membantu dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang menerima bantuannya, sehingga akan timbul rasa solidaritas untuk membantu saudara yang lainnya untuk memudahkan kehidupan mereka yang masih dibawah garis kemiskinan. “Terimakasih kepada bapak dan ibu yang telah memberikan bantuan kepada warga kami dalam membangun rumah bagi warga kami,” menurut Ibu Rosidah, Ibu Lurah yang mewakili Lurah setempat dalam sambutan kepada HSBC.

Kepedulian sosial ini, memang sangat berdampak positif kepada masyarakat dan dapat memberikan inspirasi bagi kalangan pemilik modal/uang untuk memberikan sumbangan yang tepat dan terarah. Bila semua data-data lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan, maka banyak para pemilik modal yang akan memberikan dana bantuan dalam mengatasi keterpurukan ekonomi, khususnya pada masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan. “Bukan hanya saja mencari uang tetapi PT. Lautan Luas dan HSBC juga memberi kepada masyarakat sebagai wujud nyata kepedulian kami terhadap masyarakat,” menurut Suherman, Presiden PT. Lautan Luas, Tbk yang hadir pada acara tersebut. (shiddiq)

Related posts