Integrasi Layanan Bank Tekan Efisiensi Biaya

Dalam waktu dekat ini nasabah Bank Mandiri dan BCA tidak akan menghadapi kesulitan menarik uang tunai dari ATM kedua bank besar tersebut. Karena terhitung mulai Oktober 2011 mereka sudah membuat perjanjian khusus untuk jaringan anjungan tunai mandiri, yang tentu implementasinya harus segera terlaksana tidak lama lagi. Ini merupakan bukti grand strategy bank besar dalam menata sistem pembayaran nasional yang efisien.

Terkait dengan itu, kalangan bank besar sejatinya dapat mengenakan biaya yang lebih murah bagi para nasabahnya, misalnya dengan sistem biaya berjenjang, sesuai dengan kuantitas jumlah penarikan tunai maupun transfer yang dilakukan oleh nasabah. Misalnya untuk 10 transaksi ke atas dalam satu bulannya, dikenakan biaya yang lebih ringan. Dengan cara ini akan memacu nasabah menggunakan jasa ATM lebih sering lagi.

Kita semua menginginkan terciptanya suatu integrasi sistem keuangan, yang tidak hanya bersifat nasional tapi juga di internasional. Bahkan ke depan, jika program national payment gateway (NPG) terbentuk, maka otomatis ATM di tingkat dunia mungkin akan menjangkau Indonesia. Sehingga para pemilik kartu ATM di negeri ini bisa bertransaksi di berbagai negara dengan biaya yang lebih murah.

Memang saat ini ada beberapa bank asing yang memiliki jaringan internasional sudah mencakup penggunaan kartu ATM-nya dipakai di luar negeri. Malah nasabah bank asing malah sudah melakukannya. Ini semua akan mengubah peta perbankan dunia di tengah kemajuan teknologi belakangan ini.

Bayangkan saja, BCA yang memiliki 7.000 lebih jaringan ATM dengan total nasabah 9 juta dan Mandiri yang mempunyai hampir 9.000 ATM (nasabah 10 juta) tersebar di Indonesia, merupakan integrasi yang sangat besar magnitude-nya. Dengan demikian, para nasabah kedua bank raksasa ini bisa saling bertransaksi via ATM dengan biaya yang lebih murah. Interkoneksi ATM semacam ini jelas meningkatkan layanan nasabah, dan menekan biaya menjadi lebih efisien lagi.

Jadi, adanya switching interkoneksi kedua ATM bank besar tersebut akan memanfaatkan jaringan ATM Link dan Prima. Kelompok Link dibentuk oleh kumpulan bank negara yang terdiri atas Bank Mandiri, Bank BNI, BRI, dan BTN. Sementara itu, jejaring Prima merupakan gabungan 48 bank termasuk BCA di dalamnya.

Kita tentu sangat mendukungh program NPG Bank Indonesia yang mengatur keberadaan mesin ATM ini menjadi lebih optimal lagi. Untuk itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama semua jaringan ATM bank-bank yang ada di Indonesia akan saling terkoneksi, apakah itu bank-bank yang tergabung dalam ATM Bersama, ATM Alto ataupun ATM jejaring lainnya, yang selama ini belum saling terkoneksi.

Kita menilai selama ini sejumlah bank terkesan saling bertahan, karena fee (biaya transkasi) yang didapatkan dari transaksi ATM yang belum terkoneksi cenderung lebih besar. Namun, BI sebagai regulator perbankan jauh hari sudah mengingatkan agar bank yang memiliki ATM bersiap diri untuk dilebur (interkoneksi) menjadi satu. Dengan demikian, efisiensi akan tercapai dengan sendirinya. Selain itu, sinergi yang didapatkan akan memampukan perbankan nasional menghadapi serbuan perbankan asing, yang kian marak di negeri ini.

Memang, dari segi nominal yang didapatkan setiap transaksi antar-ATM menjadi berkurang. Namun, dengan menyatunya ATM, maka volume dan kuantitas transaksi akan meningkat tajam, dan ini akan menguntungkan perbankan. Mereka akan bisa saling meningkatkan volume dan jumlah transaksi, sehingga pendapatan nonbunga (fee based income) dari sisi ATM tidak ikut tergerus. Jika bank terus meningkatkan efisiensinya, tentu berdampak pada cost of fund menjadi lebih rendah yang pada akhirnya dapat menurunkan suku bunga kredit hingga maksimal 10% pada 2012. Semoga!

Related posts