Disiapkan Strategi Tahan Krisis

Disiapkan Strategi Tahan Krisis

Bali--- Pemerintah Indonesia mengaku telah menyiapkan beberapa langkah dan kebijakan antisipasi terkait dampak krisis ekonomi global pada 2012. "Kebijakan tersebut terutama jika terjadi penurunan ekspor akibat krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di di Nusa Dua, Bali, Senin.

Lebih jauh kata Hatta, langkah antisipasi tersebut di antaranya, melakukan ekspansi pasar ekspor, mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Karena itu, antisipasi tersebut termasuk bagaimana caranya lolos dari dampak krisis seperti yang terjadi pada 2008. "Hal itu karena cadangan devisa yang dimiliki sekarang lebih besar dibandingkan kondisi pada saat itu," terangnya

Bahkan, tambah Hatta, pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara nasional pada 2012 di angka 6,6% sampai 6,7%. Namun ada hal yang harus diperhatikan dan selalu menjadi perhatian pemerintah yakni harga minyak, karena hal itu bisa mempengaruhi pengeluaran terkait subsidi bahan bakar minyak. "Mengenai harga BBM belum ada rencana untuk dinaikkan, namun yang akan mengalami kenaikan adalah tarif dasar listrik (TDL)," katanya.

Hatta mengatakan, rencananya tarif dasar listik akan dinaikkan pada April 2012. Diperkirakan kenaikan harga tersebut sekitar 10% dari sebelumnya. “Ya memang rencananya begitu, tapi kenaikan ini tentu perlu dibicarakan lebih lanjut, termasuk dengan DPR,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M Suwondo mengatakan krisis global yang belum menemukan titik terang hingga saat ini masih mengancam pertumbuhan ekonomi dunia dan dampak bisa ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Alasanya, pertumbuhan ekonomi dunia mungkin akan dipangkas lagi menjadi 3,8%. "Dari 2008 krisis global tidak kunjung usai, bahkan timbul krisis utang baru yunani. Merosotnya perekonomian Eropa dan Amerika, IMF memperkirakan pereknomian global 4,5%. Kalau eropa memburuk perekonomian dunia dipangkas lagi 3,8%," ungkapnya

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, krisis ini nantikan akan berdampak pada perekonomian Indonesia, oleh karena itu, Gatiot mengingatkan kepada semua elemen pemerintah agar tetap waspada terhadap krisis ini. “Mestinya benar-benar harus diwaspadai dengan ketat,”tegasnya.

Menurut Gatot, walaupun pertumbuhan ekonomi dunia terus dipangkas IMF, dia meyakini Indonesia memiliki fundamental yang kuat dalam mengantisipasi krisis ini. "Proyeksi ekonomi 2012 masih prospektif berkisar 6,4%-6,7%," jelasnya

Karena kuatnya fundamental RI dalam mengantisipasi krisis semenjak tahun 2008, bahkan dia menyebutkan Indonesia sudah pantas masuk dalam kategori investment grade dari tahun 2010. "Indonesia harusnya sudah masuk investment grade sejak tahun lalu," pungkasnya. **cahyo

Related posts