Gerakan Hijau, Sejuta Pohon

Neraca.Pohon merupakan sumber dari melimpahnya oksigen bagi kehidupan. Oksigen merupakan kebutuhan penting bagi siklus kehidupan. Manusia yang bernafas tentunya membutuhkan oksigen untuk membakar berbagai kalori didalam tubuh. Manusia tidak akan dapat hidup tanpa adanya oksigen, sehingga kebutuhan oksigen menandakan adanya kehidupan suatu makhluk. Penghasil oksigen di alam ini adalah berasal dari pohon dan tumbuhan.

Pohon dan tumbuhan menghasilkan oksigen melalui fotosintesa dari sinar matahari yang diserap oleh klorofil/zat hijau daun. Kemudian pohon itu melakukan proses respirasi/pernafasan yang pada waktu pagi hingga sore mengeluarkan oksigen dan malam hari mengeluarkan karbondioksida. Semakin banyak pohon yang tumbuh, maka semakin banyak oksigen yang melimpah bagi kehidupan sekitar. Jadi, betapa pentingnya pohon bagi kehidupan termasuk bagi kehidupan manusia.

Dalam rangka memberikan kebaikan kepada warga masyarakat, maka Pemprov DKI Jakarta mencanangkan gerakan tanam sejuta pohon. Melihat lahan hijau di kota Jakarta semakin sempit, maka pemerintah DKI Jakarta berinisiatif untuk mengajak warga masyarakatnya menanam pohon dilingkungannya masing-masing, “Saat ini, penduduk di Jakarta Barat 2,2 juta bila tiap penduduk menanam pohon, maka akan tertanam 2,2 juta pohon, menurut wakil walikota Jakarta Barat, H. Sukarno.

Acara yang diselenggarakan pada 28 November lalu dihadiri oleh Kodam Jaya dari Danrem 052/wijayakrama, Kolonel Andreas Pong Bija, DPD dari DKI Jakarta yang diwakili A.M Fatwa pada gerakan pohon penghijauhan. Gerakan penanaman sejuta pohon sebagai upaya dalam menghijaukan kota Jakarat kembali. Melihat kota Jakarta saat ini, telah mengalami penyusutan lahan kosong hijau sebagai hutan kota dan paru-paru kota Jakarta. Jakarta semakin modern dalam pembangunan kota hampir melupakan kondisi alam sekitar, seperti tanaman dan pohon yang semakin gundul dan hampir tidak ada lahan kosong yang ditumbuhi pepohonan sebagai paru-paru kota Jakarta. “Warga masyarakat agar mendukung gerakan penanaman sejuta pohon dan menanam, sekalipun hanya di pot,” jelas Sukarno.

Gerakan itu ditandai dengan penanaman pohon bersama diantaranya oleh Danrem 052/Wijayakrama, Kolonel Kaveleri, Andreas Pong Bija, yang bertepatan dengan HUT Kodam Jaya 62, sebagai wujud dukungan TNI terhadap penanaman sejuta pohon secara nasional. Pentingnya pohon bagi kehidupan dan ekosistem alam sangat berguna bagi kehidupan kedepannya. Seperti yang di ungkap oleh Andreas, Dengan menananm pohon akan berdampak positif bagi keseimbangan lingkungan hidup kedepannya,” katanya.

Bukan hanya itu saja, dari Kodam Jaya juga memberikan bantuan bibit pohon sebanyak 434 pohon dan 1000 paket sembako serta 100 kaca mat abaca dan pengecekan kesehatan bagi warga sekitar. Kepedulian yang dilakukan oleh TNI merupakan wujud kecintaan kepada tanah air dan bangsa untuk tetap lestari. Melalui gerakan menanam sejuta pohon, masyarakat dapat menyadari betapa pentingnya menjaga ekosistem alam untuk kehidupan yang akan datang. Masyarakat diharapkan dapat menanam pohon dipekarangan rumahnya.

Acara yang dilaksanakan itu juga sebagai imbauan kepada masyarakat agar dapat menjaga lingkungan alam dan sekitarnya. Pohon merupakan sumber kehidupan yang tidak kalah pentingnya dari air, karena pohon menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dan kesuburan tanah. “Saya harus memberikan contoh kepada masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan hidup yang sehat dan fresh, menurut A.M Fatwa, anggota DPD RI daerah Jakarta.

A.M Fatwa menambahkan, bahwa di DKI Jakarta harus ada peningkatan penghijauan sebab lahan hijau saat ini hanya 10% kurang, yang seharusnya sekitar 30% untuk sebuah hutan kota. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah khususnya DKI Jakarta dalam memenuhi hutan kota sebagai lahan hijau terus dilakukan. Bila dilihat dengan pembangunan tempat tinggal/perumahan, perkantoran dan mall, sangat tidak seimbang. Lihat saja gedung-gedung yang menjulang tinggi yang memakan areal lahan yang tidak sedikit, dan menghasilkan CO2/karbondioksida. T

entunya hal ini, bila tidak segera ditanggulangi akan berdampak negative, belum lagi kerusakan ekositem tanah yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. “Pohon sangat berguna bagi proses pernafasan makhluk hidup yang menghirup oksigen. Oksigen dapat membuat sirkulasi udara dalam darah beredar secara teratur, sehingga masyarakat yang tercukupi oksigennya akan dapat berfikir cerdas. Hal ini harus di imbangi oleh APBD yang dapat diawasi masyarakat sehingga semua tidak sia-sia,” jelas Fatwa. (shiddiq/dbs)

Related posts