Memburuknya Politik Timteng Masih Menghantui IHSG

NERACA

Jakarta - Bursa kawasan regional yang berada di area negatif dan ditambah dengan pelepasan saham unggulan memberikan sentimen negatif pada pembukaan indeks, Selasa (22/2). IHSG Bursa Efek Indoneisia (BEI) Selasa dibuka melemah 32,74 poin atau 0,94% ke posisi 3.464,91 poin dan kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) juga melemah 8,40 poin (1,35%) ke level 611,71 poin.

Analis Asjaya Indosurya Securities Reza Priyambada mengatakan, maraknya aksi jual membuat indeks berbalik arah mengikuti bursa regional yang berada di area negatif. "Bursa regional mayoritas bergerak minus dengan rata-rata pergerakan melemah dalam batas support," katanya di Jakarta, Selasa (22/2).

Disampaikannya, nilai saham lokal masih dianggap tinggi oleh investor atau pelaku pasar dalam negeri maupun asing, sehingga banyak dari investor kembali melakukan aksi profit taking (ambil untung).Sementara di bursa regional seperti bursa saham Hong Kong yang jatuh disebabkan oleh ambil untung yang dipimpin oleh pengembang lokal seiring investor memperkirakan sekretaris keuangan akan mengambil langkah untuk mengekang properti minggu ini.

Selain itu, lanjut Reza, sentimen negatif juga datang dari pelemahan mata uang rupiah pada pembukaan perdagangan, pelemahan kurs mata uang dalam negeri yang kembali melemah menandakan dana asing sebagian sudah keluar. "Namun, sentimen positif datang dari sejumlah laporan keuangan emiten yang menunjukkan tanda-tanda laporan yang positif. Emiten kecil yang baru melansir laporan keuangan memberi harapan pelaku pasar untuk menahan indeks terkoreksi lebih dalam," ujarnya.

Hingga pukul 09.45 WIB kemarin, indeks BEI masih berada dalam posisi tertekan 36,76 poin (1,03%) di level 3.462,20.Sementara itu bursa regional seperti Hang Seng melemah 400,01 poin (1,70%) ke level 23.085,45, Indeks Nikkei-225 turun 213,15 poin (1,96%) ke level 10.644,38, dan Indeks Straits Times melemah 43,68 poin (1,42%) ke level 3.027,30.

Sementara penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 36,499 poin (1,04%) ke level 3.461,144. Sementara indeks LQ 45 terkoreksi 7,523 poin (1,21%) ke level 612,583. Terkoreksinya indeks mengikuti jatuhnya bursa-bursa di Asia akibat memanasnya situasi politik di Timur Tengah.

Kerusuhan yang terjadi di negara-negara penghasil minyak Timur Tengah membuat harga minyak melonjak. Investor pun banyak yang mengamankan portofolionya sembari mencermati perkembangan atas kisruh politik luar negeri. Aksi jual kembali melanda lantai bursa. Seluruh sektor industri di BEI) masuk zona merah. Pelemahan terdalam diderita sektor konstruksi, finansial dan tambang.

Perdagangan sesi I kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 45.745 kali pada volume 1,311 miliar lembar saham senilai Rp 1,978 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 152 saham turun, 58 saham stagnan. Seluruh bursa di Asia semakin tertekan hingga sesi I, melemah semakin dalam dibandingkan awal pembukaan. Naiknya harga minyak dunia serta naiknya risiko berinvestasi mempengaruhi psikologis para investor.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 350 ke Rp 6.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 37.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 22.300, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 100 ke Rp 2.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 ke Rp 46.850, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 14.900, Harum Energy (HRUM) turun Rp 250 ke Rp 8.400, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.500.

Kemudian menutup perdagangan Selasa sore, tekanan indeks masih berlanjut akibat konflik politik Timur Tengah dan akhirnya IHSG ditutup berkurang 46,543 poin (1,33%) ke level 3.451,100. Sementara Indeks LQ 45 turun 9,887 poin (1,59%) ke level 610,219.

Maraknya sentimen negatif membuat investor enggan menanamkan modalnya di lantai bursa. Malah kebanyakan investor justru melepas portofolio demi mengamankan investasinya.

Dengan demikian, seluruh sektor industri di bursa melemah tak berdaya. Penurunan paling dalam diderita oleh sektor tambang dan konstruksi.

Masih buruknya kondisi Timur Tengah akan terus menghantui pergerakan IHSG dan karena itu, indeks pembukaan Rabu (23/2) akan berada dizona merah dengan pergerakan dilevel 3,400-3,500 dengan PTBA dan MEDC sebagai saham pilihan.

Sebelumnya, perdagangan Selasa kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.203 kali pada volume 2,369 miliar lembar saham senilai Rp 3,67 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 172 saham turun, 57 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 550 ke Rp 5.900, Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 7.500, XL Axiata (EXCL) naik Rp 200 ke Rp 5.650, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 22.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.350 ke Rp 46.600, Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.000 ke Rp 11.200, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 14.750, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 37.000. (bani)

Related posts