Telkom Bangun 13 Juta Homepass - Siapkan Dana Rp21 T

NERACA

Jakarta--- Operator telekomunikasi, PT Telkom mengaku telah menyiapkan dana sekitar Rp21,19 triliun guna mengoperasikan jaringan infrastruktur homepass (jaringan kabel) yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Bentangan jaringan kabel akan beroperasi pada 2015. “Penggelaran infrastruktur ini menelan biaya sebesar Rp21,19 triliun dalam empat hingga lima tahun ke depan," kata Dirut Telkom, Rinaldy Firmansyah kepada wartawan di Jakarta,7/12

Lebih jauh Rinaldy menjelaskan hingga 2011, perseroan baru menyelesaikan sekitar 1,75 juta homepass yang terbentang dari Sumatera ke Papua. Oleh karenanya hingga 2015 akan ada 13 juta homepass yang kan beroperasi.

Menurut Rinaldy, rencana total 13 juta homepass ini akan beroperasi pada 2015. Homepass merupakan bagian komitmen perseroan dalam program pemerintah Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), berupa true broadband yang dapat menghubungkan akses ke rumah pelanggan dengan kecepatan 20-100 Mbps. "Pada 2015 sebanyak 497 kota di Indonesia akan terjangkau layanan true broadband," pungkasnya.

Selain itu, ini sesuai dengan lifesyle dan workstyle yang berkembang dan dapat meningkatkan daya saing wilayah-wilayah yang selama ini kurang berkembang, karena hambatan infrstruktur telekomunikasi.

Sementara itu Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mengatakan para pelanggan telekomunikasi mengharapkan operator memberikan tarif layanan data internet (mobile data services) murah dengan kualitas yang lebih baik di masa datang. "Hasil jajak pendapat terhadap 100 pengguna telekomunikasi menyatakan mayoritas responden menganggap tarif layanan data saat ini masih mahal. Sebanyak 81,25 persen responden menghendaki tarif akses data diturunkan," ungkapnya

Menurut Kamilov, dari 100 orang yang memiliki latar belakang yang berbeda menginginkan batasan maksimal tarif hingga Rp50.000 per bulan. Seluruh responden menginginkan kualitas jaringan dan layanan kepada pelanggan harus lebih baik. Sedangkan dari sisi kecepatan akses mayoritas responden mengharapkan kapasitas sebesar 512 Mbps sudah mencukupi asalkan tetap "dedicated" tanpa putus.

Pelanggan umumnya atau sekitar 88 persen lebih suka berlangganan layanan data dengan pola tanpa batas (unlimited). Adapun pengeluaran rata-rata untuk layanan data adalah Rp50.000 - Rp100.000. Meski ada juga yang di atas Rp100.000 tapi penelitian tidak menemukan responden yang pengeluaran perbulannya di atas Rp500.000.

Terkait dengan kualitas jaringan internet sebanyak 43,7% responden menilai bahwa sejauh ini cukup baik, dan 43,7% baik. "Responden juga menyatakan bahwa layanan `customer service` operator kategori jelek (43,75%), begitu juga dengan sistem tagihan untuk layanan data, dimana yang mengaku bermasalah lebih dominan (43,75%). **cahyo

Related posts