Just Be Yourself - Toni Darusman, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga.

Marketing bagi sebagian orang, merupakan bidang yang tidak menarik. Selama ini, banyak orang beranggapan kerja seorang marketer tidak lebih seperti sales yang mendatangi setiap rumah, untuk menawarkan satu produk. Perkembangan selanjutnya, orang mulai faham ada perbedaan antara marketing dengan sales. Dunia marketing sendiri, lebih ‘bermain’ di ranah strategi memasarkan suatu produk kepada pemakainya. Ibarat bermain dalam sepakbola, seorang marketer lebih berfungsi kepada coach atau pelatih yang mengatur strategi bermain di lapangan.

Hal inilah, yang membuat seorang alumnus Teknik Mesin spesifikasinya teknik penerbangan, aerodinamika pesawat terbang di Universitas Andalas untuk bergabung ke dunia marketing di Indonesia. Lulus dari universitas itu, Toni Darusman bergabung di salah satu produsen rokok besar di Indonesia. Selama 9 tahun disana, dia menggunakan waktunya untuk belajar segala hal mengenai dunia marketing.

“Sebenarnya menarik sekali di Heineken ini, challenge-nya adalah bagaimana memasarkan suatu produk yang harus disesuaikan kepada regulation di sini. Sama seperti ketika saat bergabung di industri rokok yang ada restriksinya. Di sinilah tantangannya, bagaimana berinteraksi dengan target customer dewasa kita pada saat yang sama kami faham tempat maupun waktunya. Tidak bisa serta merta memasarkan kepada target massa secara keseluruhan. Kebijakan perusahaan kami strict kepada compliance tersebut,“ papar Toni Darusman, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga.

Selain ada batasan dari regulasi pemerintah, juga ada batasan akan segmen usia yang disasar. Untuk produk Heineken ini, lebih menyasar ke segmen usia 21 – 29 tahun dengan harga premium dan masuk ke kota-kota besar. Juga keunikan produk ini mengusung brand international yang cukup kuat, di tambah kualitas utama ditawarkan kepada penikmatnya.

Untuk memasarkan satu produk minuman beralkohol, dimana mayoritas orang Indonesia beragama muslim, tetap dilakukannya secara professional. Ayah dua anak ini melakukannya sebagai kontribusi kecintaannya akan dunia marketing. Selain itu, pengalamannya cukup banyak di dunia rokok maupun produk minuman, diharapkan bisa memberikan kontribusi akan dunia yang dia cintai tersebut.

Hobi Sepakbola

Sebagai seorang Marketing Director pada sebuah perusahaan besar, menuntutnya untuk lebih besar memberikan kontribusi kepada perusahaannya. Toni mengakui, berusaha ballance antara waktu kerja dengan di luar saat tersebut. “Kalau 100 persen kerja, kita akan kehilangan sebagian hidup kita di luar itu. Sebaliknya kalau terlalu berorientasi kepada keluarga atau yang lainnya, kerja kita tidak akan maju-maju. Di perusahaan ini, lokasi kantor sangat dekat dengan rumah. Cukup lima menit saja perjalanannya. Jadi setiap pagi saya bisa bermain bola dulu dengan anak, baru ke kantor. Syukurnya, saat saya pulang masih bisa bertemu dengan anak-anak sebelum mereka tidur,“ lanjut alumnus penerima beasiswa master grade University of Liverpool, jurusan industrial engineering yang penggila nonton bola ini.

Baginya keluarga dengan kerja tidak bisa dicampur. Selain itu, produk-produk yang dipasarkan tempat saat ini dia berkarir, tidak dekat kepada usia anak-anaknya. Juga jika ada even yang berlangsung biasanya di luar jam biologis anak-anaknya. Terpenting baginya, anak-anak tahu dimana ayaknya bekerja. Baginya saat sampai rumah, pekerjaan kantor tidak akan dibawa pulang.

Ada anggapan kesempatan hanya ada satu kali, namun hal ini tidak berlaku baginya. Dia yakin akan selalu ada kesempatan, terlebih lagi jika dia seorang dinamis. Optimis dan realistis selalu ia pegang sebagai pandangan hidupnya. Selalu optimis kita bisa melakukan sesuatu. “Just be yourself, this is you…,” ungkap Toni Darusman ketika ditanyakan filosofi hidupnya.

Related posts