BUMN Non Listed Didorong Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta--- Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong agar sejumlah perusahaan plat merah yang belum listing di lantai bursa melakukan kajian secara mendalam terkait penerbitan obligasi. Alasanya penerbitan obligasi ini bisa membuat kinerja perusahaan lebih transparan. "Saya ingin mendorong perusahaan BUMN yang non-tbk yang belum mempunyai rencana untuk IPO agar menebitkan obligasi agar lebih transparan," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa (6/12)

Menurut Dahlan, dengan menerbitkan obligasi, manajemen daripada perusahaan BUMN tbk tersebut akan menjadi lebih profesional dan rapih. "Lihat saja PLN dan Pertamina yang menerbitkan obligasi, manajemennya jauh lebih rapi dan profesional," imbuhnya

Ditempat terpisah, Karo Humas PT Jamsostek Sarjan Lubis mengaku puas dengan survey yang dilakukan Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK). Dalam hal PT Jamsostek tetap dipercaya menjadi pelaksana program jaminan sosial hingga 34 tahun ini. "Kami memperoleh sejumlah penghargaan, termasuk yang terakhir berupa peringkat pertama survei Integritas Pelayanan Publik KPK Tahun 2011 untuk kategori BUMN," katanya

Penghargaan publik yang diwujudkan dalam skoring tertinggi dalam survey Integritas Pelayanan Publik KPK Tahun 2011 untuk kategori BUMN, kata Sarjan, merupakan kepercayaan yang tak ternilai. "Hasil survei tersebut diharapkan dapat mengikis suara miring tentang tuduhan dugaan praktik korupsi yang tidak berdasar," kata Sarjan.

Sebelumnya KPK merilis hasil survey yang dilakukan pada 89 instansi yaitu 22 instansi pusat, tujuh instansi vertikal dan 69 instansi pemerintah daerah. Selanjutnya, ementerian Pertanian 7,45, Kementerian Komunikasi dan Informatika 7,43, dan Kementerian Pendidikan Nasional dengan nilai 7,41.**cahyo

Related posts