Komoditas Unggulan Sulawesi Tengah

Laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah secara tahunan pada triwulan II-2011 mencapai 8,69% (yoy) atau sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahunan triwulan I-2011 sebesar 8,86% (yoy), namun masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,29% (yoy). Dari sisi permintaan, pertumbuhan masih bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah.

Bila dilihat secara sektoral pertumbuhan ekonomi masih dominan di topang oleh kinerja pada sektor pertanian, diikuti sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi terhadap pertumbuhan masing-masing sebesar 3,43%, 1,42% dan 1,07%. Adanya panen raya padi, kegiatan penambangan dan realisasi investasi di berbagai daerah menjadi faktor pendorong utama kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan.

Secara tahunan (yoy), laju inflasi kota Palu pada triwulan laporan mencapai 7,20%, lebih rendah dibandingkan periode triwulan I-2011 sebesar 9,74%, namun masih lebih tinggi dibandingkan pencapaian inflasi nasional 5,54%. Pada triwulan laporan, Kota Palu mengalami deflasi kuartalan sebesar -0,69% (qtq) atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 2,49% (qtq). Pada akhir triwulan II 2011 (bulan Juni), Kota Palu mengalami inflasi bulanan sebesar 0,21% (mtm).

Tekanan inflasi pada volatile foods terlihat pada komoditas beras karena faktor psikologis sebagai dampak kenaikan HPP beras. Sementara itu pada sisi adminsitered prices, masih relaltif stabil karena pasokan BBM yang masih mencukupi, dan belum diberlakukannya kebijakan Pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM. Hasil Survei Konsumen pada triwulan laporan menunjukkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap harga terlihat cenderung meningkat yang dipengaruhi oleh tibanya musim liburan sekolah dan rencana kenaikan harga gas elpiji.

Komoditi unggulan Provinsi Sulawesi Tengah terdapat di sektor pertanian dan sektor jasa. Untuk sektor pertanian komoditi yang diunggulkan yaitu sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi kelapa, kakao, jagung, sub sektor perikanan komoditinya yaitu perikanan tangkap, sub sektor kehutanan dengan hasil hutan berupa rotan.

Sedangkan komoditi penunjang di sektor pertanian yaitu sub sektor perikanan meliputi budidaya laut, budidaya kolam dan budidaya tambak, sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi kelapa sawit dan kopi. Sementara untuk sektor jasa, bidang pariwisata menjadi unggulan provinsi ini, dengan unggulan wisata alam maupun wisata bahari. Sedangkan komoditi penunjang lainnya pada provinsi ini yaitu sektor pertambangan dengan hasil tambang berupa biji besi dan emas.

Related posts