Gandeng Tiga Bank dan Pegadaian Fasilitasi UMKM - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)

Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM menggandeng tiga bank yakni Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank Bukopin serta Perum Pegadaian untuk memfasilitasi kredit bagi pelaku koperasi dan UMKM.

Dirut LPDB KUMKM Kemas Danial bersama pimpinan tiga perbankan dan Perum Pegadaian, di Jakarta, Selasa, dengan disaksikan Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, menandatangani nota kesepahaman tentang Pemanfaatan Dana dan Fasilitas Kredit UMKM. "Kerjasama ini merupakan salah satu terobosan LPDB dalam meningkatkan pelayanan kepada mitra koperasi dan UMKM mengingat kebutuhan dana kelolaan yang diperlukan terus meningkat dari tahun ke tahun," kata Dirut LPDB KUMKM, Kemas Danial.

Ia menambahkan, total permintaan pinjaman yang masuk sampai saat ini mencapai Rp17 triliun dari sekitar 6.000 proposal sementara total penyaluran pinjaman yang telah digulirkan LPDB saat ini secara kumulatif baru mencapai Rp1,7 triliun.

Hal itu mendorong pihaknya untuk mencari dana tambahan guna melayani derasnya permintaan dari calon mitra-mitranya di luar dana APBN yang menurut dia masih relatif terbatas.

Sebelumnya LPDB telah menjalin kerja sama dengan PT Jamsostek dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberikan fasilitas kredit serupa kepada pelaku koperasi dan UMKM pada Oktober 2011. "Kami berharap dengan semakin banyaknya kerjasama serta terobosan-terobosan yang dijalin dengan pihak-pihak terkait, dapat lebih memberdayakan pelaku koperasi dan UMKM," katanya.

Kemas mengasumsikan jika dana yang dapat disalurkan LPDB sebesar Rp7 triliun maka diharapkan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 796.541 orang atau setara dengan 10 persen angka pengangguran saat ini sebesar 7,7 juta jiwa.

Dalam kerjasama itu, disepakati pelaku koperasi dan UMKM yang selama ini menjadi mitra LPDB yang telah bankable akan diberi prioritas untuk mengakses tiga perbankan dan Pegadaian.

LPDB sekaligus akan memberikan rekomendasi dan data-data KUMKM mitranya kepada tiga bank dan Pegadaian sehingga membantu memudahkan KUMKM mengakses dana dari lembaga keuangan formal. Tingkat suku bunga juga diusulkan akan lebih rendah dibandingkan suku bunga komersial yang berlaku di perbankan.

Bagi Bank Mandiri, kerjasama tersebut menjadi langkah untuk dapat berperan aktif dalam mengembangkan sektor usaha KUMKM karena sektor itu dinilai paling banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi penopang perekonomian nasional.

Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi, pada kesempatan yang sama mengatakan, kerja sama itu diharapkan dapat mendorong perkembangan sektor KUMKM di Indonesia. "Pemanfaatan dana dari kerja sama ini akan disalurkan melalui program Swamitra yang selama ini kami kelola," kata Glen.

Pihaknya saat ini membina 600 unit Swamitra online yang tersebar di 35 kota dan mengelola total aset lebih dari Rp1 triliun. "Kami menargetkan pertumbuhan aset dana kelola Swamitra sebesar 40 persen pada 2011, dan per-Oktober 2011 telah mencapai Rp1,32 triliun," katanya.

Kerjasama itu sendiri diharapkannya mampu meningkatkan permodalan serta kompetensi KUMKM yang bergabung dalam Swamitra binaannya.

Raih ISO 9001:2008

Kemas menjelaskan, selain menjalin kerjasama dengan kalangan eksternal, LPDB KUMKM juga berupaya meningkatkan kualitas internal lembaga. Antara lain melalui pencapaian standar manajemen mutu atau International Organization for Standardization (ISO) 9001:2008, yang telah sukses didapatkan LPDB-KUMKM.

Selain menjadi komitmen dan konsistensi dari seluruh karyawan, Kemas Danial berharap melalui prestasi tersebut, LPDB-KUMKM dapat menjadi lembaga terkemuka di bidang pembiayaan, baik tingkat nasional maupun internasional (world class), terutama dalam memberikan layanan pinjaman/pembiayaan kepada Koperasi dan UKM.

Sejak akhir tahun 2008 hingga awal Desember 2011, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana pinjaman/pembiayaan sekitar Rp 1,7 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada sebanyak 898 mitra LPDB-KUMKM yang terdiri dari 789 koperasi primer, 37 koperasi sekunder, 47 Perusahaan Modal Ventura (PMV), 17 Bank, dan 8 UKM strategis, serta 167.632 UMKM.

Terkait jumlah penyaluran dan penyerapan dana bergulir, terpantau telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Secara spesifik, pada tahun 2008 tercatat sebanyak 2.721 UMKM telah menerima dana bergulir sebesar Rp 35,12 miliar. Kemudian pada tahun 2009, penyaluran dana bergulir meningkat menjadi Rp 210,42 miliar yang diserap oleh 89.181 UMKM LPDB yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Lalu pada tahun 2010, dana pinjaman/pembiayaan yang telah digulirkan LPDB-KUMKM sebanyak Rp 410,90 miliar diserap oleh 173.903 UMKM. Sedangkan untuk tahun 2011, hingga awal Desember 2011 tercatat jumlah penyaluran dana pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM telah terserap dan potensi pencairan mendekati angka Rp 1 triliun.

Related posts