Krisis Meningkatkan Daya Saing Pariwisata

NERACA

Jakarta---Industri pariwisata Indonesia dinilai masih prospektif dari sisi harga. Masalahnya, dalam kondisi melambatnya ekonomi global saat ini, maka punya daya saing yang dapat dijadikan strategi dan dinilai efektif. "Daya saing kita dalam soal harga relatif bersaing, kita ini `value for money` kalau tidak ingin dikatakan murah," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Sapta Nirwandar kepada wartawan di Jakarta, Senin, 5/12.

Lebih jauh kata Sapta, dari sisi harga, berbagai hal di Indonesia mudah dijangkau oleh wisatawan-wisatawan dari negara mana pun. “Dengan kondisi ini, maka harga bisa terjangku oleh turis,”tambahnya.

Oleh sebab itu, Sapta berharap hal ini dapat menjadi salah satu daya tarik sekaligus menjadikan pariwisata Tanah Air semakin prospektif di tengah kondisi melambatnya ekonomi dunia. "Jadi di kala krisis pun wisman yang datang ke Indonesia masih tetap bisa berbelanja meskipun kemungkinan spending-nya(pengeluaran atau belanjanya,red) berkurang," ungkapnya.

Pihaknya menargetkan jumlah wisman ke Indonesia pada 2012 akan mencapai delapan juta turis sampai tutup tahun dengan perolehan devisa bisa menyentuh angka 8,98 miliar dolar AS. Jumlah itu meningkat dibandingkan target 2011 yang sebesar 7,7 juta dengan target perolehan devisa sebesar 8,47 miliar dolar AS.

Pihaknya sendiri memproyeksikan pertumbuhan sektor pariwisata pada 2012 akan mencapai 7,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini perkiraan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 6,42%. "Kita akan `concern`(konsentrasi,red) di pasar ASEAN, Asia termasuk China, Korea Selatan , dan Taiwan. Kita juga akan bidik Australia dan Timur Tengah," katanya.

Terkait persoalan klasik masih rendahnya kapasitas penerbangan langsung ke Indonesia, Sapta mengatakan, pemerintah akan menggandeng swasta terutama perusahaan penerbangan untuk memperluas rute terbang point to point ke negara fokus pasar wisata potensial. "Pemerintah salah satunya akan mengajak Lion Air untuk membuka jalur penerbangan point to point ke sejumlah negara," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenparekraf, Wardiyatmo mengatakan sektor pariwisata yang dikembangkan di daerah-daerah dengan baik akan sangat potensial untuk mencegah arus urbanisasi. "Perkembangan pariwisata yang baik di daerah akan menyerap banyak tenaga kerja sehingga arus urbanisasi ke kota-kota besar bisa ditekan," paparnya

Lebih jauh Wardiyatmo menambahkan pada dasarnya basis kegiatan pariwisata ada di daerah-daerah apalagi Indonesia yang sebagian besar destinasi wisatanya berbasis alam.

Wardiyatmo menilai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dikembangkan di daerah akan mendatangkan dampak sosial yang luas mulai dari peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesejahteraan, hingga peningkatan toleransi sosial. "Ini jelas juga menciptakan lapangan usaha dan memberikan dampak bagi sektor lain," pungkasnya. **cahyo

Related posts