Gerakan Peduli Kebersihan Senayan City

Neraca. Pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Ibukota, Senayan City yang genap usianya 5 tahun pada akhir 2011, merupakan pusat perbelanjaan yang rapid an nyaman. Dalam upaya untuk meningkatkan kulaitas sebagai tempat berbelanja yang bersih dan nyaman maka Senayan City meluncurkan program Gerakan Peduli Kebersihan, ‘Kita Bisa’ (Bersih, Indah, Sehat & Aman). Acara ini bekerjasama dengan Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) dan Gerakan Masyarakat Peduli Sampah Jakarta (Gemash Jak) yang bertujuan untuk menjadikan kawasan Senayan City sebagai tempat perbelanjaan yang rapi, bersih, indah dan nyaman untuk dikunjungi.

Pada sambutan peluncuran Gerakan Peduli Kebersihan, Kita bisa ada beberapa tamu undangan yang hadir untuk bersama-sama meresmikan program tersebut. “Kawasan Jakarta adalah kawasan bebas sampah, kita lihat saat ini taman-taman sedang di upgrade untuk mempercantik kota Jakarta dan memberikan kenyamanan kepada para pengunjung. Senayan City berdiri pada 2006, dengan konsep bangunan green building city,” menurut Handaka Santosa, CEO Senayan City.

Berbagai aktifitas kebersihan ini dilakaukan oleh para karyawan manajemen pengelola gedung, karyawan vendor, karyawan seluruh office tower serta SCTV tower. “Program ini fokus pada peningkatan kualitas standat kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan didalam dan di luar komplek gedung Senayan City. Selain itu juga , menjalankan penghematan energy sesuai dengan kebutuhan dan kami percaya bila didukung dengan lingkungan yang bersih, akan meningkatkan nilai-nilai positif dalam kehidupan,” tambah Handaka.

Dalam acara yang dilakukan Sabtu pagi (3/12) di Blok Senayan City dihadiri oleh berbagai media untuk mensosialisasikan program yang dijalankan oleh Senayan City. Kebersihan merupakan sesuatu yang indah, nyaman sehingga banyak mendatangkan manfaat yang lebih banyak. Bayangkan saja, bila dilingkungan sekitar kita penuh kotor sampah, tentu akan membuat ketidaknyamanan, dan berbagai hal yang negative, seperti banjir. “Saya ikut sedih ketika ada sampah berserakan selalu pemerintah daerah disalahkan. Pada hal, itu juga tanggung jawab masyarakat juga,” menurut Lambok V Nahattands SH. MH, Sekretaris Menteri Sekretaris Negara.

Lambok menambahkan, bila gerakan bersih Senayan City ini kita contoh dan ditindak lanjuti oleh masyarakat lain, maka kebersihan akan tetap terjaga. Mudah-mudahan setelah acara ini, tidak ada lagi banjir, tidak ada lagi kotoran karena sampah menumpuk.

Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup diantaranya dengan menjaga kebersihan karena dengan menjaga kebersihan berbagai manfaat akan berdatangan dan hal-hal negative akan hilang. Seperti kesehatan akan terjamin bila kebersihan terjaga, keindahan dan kenyamanan akan memberikan rasa yang segar. Dan dari sisi negative, banjir tidak akan terjadi karena tidak ada sampah yang menumpuk, penyakit akan berkurang karena kotoran dari sampah tidak ada sehingga bibit kuman tidak aka nada dan tersebar. Menjaga kebersihan lebih banyak manfaatnya, baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar akan mendapat kebaikannya.

Acara yang seharusnya dihadiri oleh Ibu Tatiek Fauzi Bowo sebagai Pembina Gemash Jak berhalangan yang diwakili oleh pengurus Gemash (Gerakan Mayarakat Sadar Sampah Jakarta) Ibu Tresnowati Gito ketua Gemash Jak. “Sampah termasuk penyebab terjadinya pencemaran air sehingga air menjadi kotor. Pembuangan sampah paling banyak dari menegah atas karena merekalah yang paling banyak berbelanja,” menurut Tresnowati Gito.

Lebih lanjut Tres mengatakan, “Yayasan Putra bahagia melakukan riset disuatu tempat adanya penyakit pernafasan dikalangan anak-anak dikarenakan adanya sampah yang menumpuk di lokasi itu. Bila seluruh warga masyrakat mengumpulkan sampah dalam 2 hari, itu bisa atau sama dengan membangun 1 candi Borobudur,” kata Tres.

Memang bila dilihat untuk lahan hutan kota, Jakarta masih banyak kekurangan lahan untuk penghijauan sebagai hutan kota. “Idealnya untuk kota-kota besar itu harusnya menyediakan lahan sebesar 20%. Namun untuk saat ini di Jakarta baru dapat menyediakan lahan sebesar 6,7% sebagai hutan kota,” menurut H. Saifullah, Walikota Jakarta Pusat.

Yayasan Agung Podomoro Group kedepannya untuk menyediakan tong-tong sampah di tempat-tempat umum di Jakarta sebagai salah satu program CSR-nya, kami sangay mendukungt hal itu. Open bourning itu dilarang di Jakarta, untuk itu kami mengingatkan kepada seluruh pengelola mall yang memiliki taman-taman agar jangan membakar sampah di tempat terbuka, tegas H. Saiful.

Setelah acara selesai, maka program Gerakan Peduli kebersihan, kita bisa telah dimulai. Selanjutnya para karyawan yang telah bersiap dari pagi melakukan pembersihan sampah di area Senayan City. Harapannya program ini dapat terus berjalan sehingga dapat berpartisipasi dalam menghijaukan lingkungan.

Related posts