Antisipasi Lonjakan Kelas Menengah

Pasar Indonesia yang besar dengan kondisi yang semakin kondusif, dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat merupakan daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN, tentu menjadi incaran banyak negara lainnya menjual produknya ke negeri ini, terutama setelah terbentuknya ASEAN Economic Community pada 2015.

Menurut data Bank Indonesia terlihat bahwa sepanjang tahun 2010, para investor kebanyakan masuk sektor manufaktur sejumlah 36,2%. Selama tujuh tahun terakhir, sektor ini memang paling banyak menyerap investasi dari negara-negara asing. Jika sebelumnya yang investasi di sektor ini didominasi pengusaha Eropa, belakangan didominasi investor Jepang dan negara lain di kawasan Asia.

Sektor yang lain yang volume perdagangannya melonjak seiring dengan melesatnya jumlah kelas menengah di Indonesia adalah perdagangan kulakan, eceran serta sektor jasa lain, seperti transportasi dan telekomunikasi. Pertumbuhan yang paling terasa terjadi pada sektor perdagangan kulakan dan eceran.

Dua sektor itu menikmati investasi asing sebesar 19,4% pada 2010. Padahal, setahun sebelumnya, porsi masuknya investasi asing di sektor ini hanya 1,5% dari total investasi yang masuk. Besarnya minat investor masuk ke sektor perdagangan eceran dan kulakan tidak terlepas karena semakin membaiknya tingkat ekonomi masyarakat kelas menengah.

Dengan pendapatan yang lebih besar, kini masyarakat kelas menengah bisa mengalokasikan anggaran belanja yang lebih besar. Kaum kelas menengah sekarang lebih banyak membelanjakan uangnya untuk makanan dan perawatan tubuh. Ini merupakan tren belanja yang terfokus untuk produk konsumsi cepat habis (fast moving consumers goods).

Tidak hanya itu. Bank Pembangunan Asia (ADB) mengungkapkan fakta bahwa kelas menengah di Indonesia, banyak berasal dari industri pelayanan jasa (non tradable) untuk seluruh kategori masyarakat kelas menengah. Sektor industri lain yang banyak menghasilkan kelas menengah adalah pertanian, perdagangan, manufaktur, dan konstruksi. Tak hanya bagi investor asing, keberadaan kelas menengah juga memberikan keuntungan yang sangat besar bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah dapat mengambil keuntungan dari fenomena pertambahan masyarakat kelas menengah ini, yaitu berkurangnya anggaran untuk subsidi rakyat.

Sebab, idealnya kelas menengah tidak memerlukan subsidi. Apalagi diperkirakan di Indonesia, masyarakat kelas menengah jumlahnya sampai 50 juta orang. Di samping berkurangnya beban negara karena anggaran subsidi yang mengecil, pemerintah akan sangat diuntungkan dengan semakin besarnya pendapatan negara yang berasal dari penerimaan di sektor pajak, sebab wajib pajak akan bertambah. Penerimaan dari sektor pajak ini, dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas, infrastruktur, dan akses kepada pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Setelah pajak ditingkatkan, dapat juga sektor usaha dikembangkan, sehingga kelas bawah dapat diangkat ke kelas menengah.

Kekuatan kelas menengah Indonesia juga mampu mendorong laju ekonomi nasional. Gejala pertumbuhan itu sungguh memberi harapan, terutama bagi produsen barang-barang konsumsi yang mengharapkan keuntungan berlipat dari kelompok masyarakat seperti ini. Kelompok ini kian memikat, sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terus membaik. Kelas menengah yang melaju cepat dan ekonomi yang terus bertumbuh terus mendorong sejumlah investor asing membangun basis produksi mereka di Indonesia.

Pertumbuhan kelas menengah secara empiris telah terbukti mampu meningkatkan tingkat keterbukaan menjadi lebih baik, reformasi yang berpihak pada pembangunan, serta perbaikan sarana infrastruktur. Masyarakat yang memperoleh status kelas menengah, biasanya mulai menabung serta memperoleh pendidikan lebih baik dan mereka memilih untuk menggunakan hak politiknya untuk menekan pemerintahan agar lebih akuntabel. Dan tantangan lainnya adalah menambah daya kritis publik dan tuntutan terhadap pemerintah yang harus lebih efektif, bersih dan berwibawa semakin tinggi. Semoga!

Related posts