BNI Belum Tertarik Turunkan SBDK

NERACA

Jakarta--PT BNI (Persero) Tbk (BBNI) belum tertarik ikut menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK). Alasanya BNI lebih memfokuskan terlebih dahulu menjaga kualitas. “(BNI) belum akan menurunkan SBDK tetapi menjaga kualitas dulu," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/12)

Gatot menambahkan pihaknya fokus menjaga likuiditas untuk memenuhi modal jangka panjang. Sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi. “Kita fokus dengan likuiditas dulu, modal untuk jangka panjang dan pertumbuhan untuk membangun sektor riil di dalam negeri,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Gubernur BI, Darmin Nasution mengapresiasi keputusan PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) sebesar 50 basis poin.

Sebelumnya, Darmin hanya mengatakan ada satu bank besar yang melaporkan hasil rapat direksi berupa keputusan di atas. “Kami ingin langkah tersebut juga diikuti oleh bank-bank yang lain,” tuturnya

Paska keputusan BI menurunkan BI Rate 50 basis poin menjadi 6%, Darmin menginginkan perbankan membuat langkah-langkah konkret untuk menurunkan bunga kredit dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2012.

Saat ini, proses penyusunan RBB masih berlangsung. Kelak, jika bank tak memasukkan komitmen atau rencana penurunan bunga dalam RBB, BI mengancam tidak akan memproses RBB tersebut.

Agar proses penurunan bunga kredit berjalan lancar, Darmin juga akan memanggil bank untuk berdiskusi ihwal penentuan bunga. “Kami memiliki kajian berdasar data-data bank yang meyatakan suku bunga bisa diturunkan tanpa mengganggu tingkat laba bank,” kata Darmin. **cahyo

.

Related posts