Nilai Tukar Rupiah Bisa Dibawah Rp9.200/Dolar

NERACA

Jakarta---Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami fluktuasi dan gejolak. Namun demikia nilai tukar rupiah sampai akhir 2011 diprediksi takan melebihi Rp9200/dolar. . "Saya pikir tidak akan lebih dari Rp9.200 per USD sampai akhir tahun. Kalau sudah lebih dari itu BI (Bank Indonesia) pasti akan campur tangan terus di pasar valas," kata Ekonom Bank BNI, Ryan Kiryanto kepada wartawan di Jakarta, (30/11)

Menurut Ryan, pada 2012 nilai tukar rupiah akan lebih stabil daripada di tahun ini. "Tahun depan bisa lebih stabil, Rp8.800-Rp8.900 per USD," tegasnya

Selain itu, dalam menghadapi krisis global yang kemungkinan menghantam tahun depan, Ryan menyarankan pemerintah lebih sering menyerap anggaran untuk menggantikan permintaan ekspor yang cenderung melambat. "Saya juga menyarankan pemerintah untuk memperpanjang surat-surat utang negara yang jatuh tempo tahun depan, itu bisa jadi salah satu cara yang efektif," tambahnya.

Ditempat terpisah, analis Valuta Asing, Rully Nova mengatakan rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini diprediksi akan menguat di level Rp9.150 per USD, setelah pada penutupan sore kemarin melesat ke level Rp9.231 per USD. "Kemungkinan akan menguat, kisarannya Rp9.100-9.150 per USD," ujarnya

Rully mengaku jika terjadi keanehan pada ritme perdagangan kemarin, karena di pasar keuangan para investor asing terus meningkatkan jumah portofolio yang berisiko. "Tapi hal itu tidak terjadi di rupiah," imbuhnya.

Untuk hari ini, menurutnya, tren para pelaku pasar juga masih sama dengan perdagangan yang terjadi kemarin yaitu kembali mengumpulkan portofolio. Hal tersebut dipengaruhi oleh persepsi para pelaku pasar terhadap pertemuan menteri-menteri di Eropa terkait dengan penyelesaian krisis utang Eropa.

Selanjutnya proyeksi akhir tahun, dia mengatakan jika rupiah akan berada di level Rp9.000 per USD. "Akhir tahun nilai rupiah masih tersandera oleh penyelesaian utang Eropa. Dikarenakan pula terganggunya pasar obligasi di sana. sampai dengan akhir tahun kisarannya Rp8.900-Rp9.000 per USD," tandasnya.

Berdasarka pantauan lapangan, nilai tukar rupiah terpantau melemah tertekan penguatan dolar. Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang utama dunia pun juga melemah. Rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (30/11/2011) melemah tipis ke Rp9.170 per USD dibandingkan periode perdagangan hari sebelumnya yang parkir di Rp9.165 per USD.

Menurut yahoofinance, rupiah ada di level Rp9.120 dengan kisaran perdagangan harian di Rp9.130-Rp9.195. Nilai dolar tampak menguat atas mata uang utama dunia lainnya. Atas euro, dolar menguat ke USD1,3279 per euro, yen melemah ke 77,9935 yen per dolar AS, dan pound melemah ke USD1,5553 per pound.

Menjelang akhir tahun, permintaan valuta asing (valas) meningkat, sedangkan di saat yang sama ada tendensi ketatnya likuiditas valas akibat kekhawatiran memburuknya krisis keuangan Uni Eropa yang bisa menjalar ke Asia. **cahyo

Related posts