Defisit 2011 Ditarget Sekitar 1,8%

NERACA

Jakarta--- Pemerintah menargetkan defisit anggaran pada 2011 diperkirakan akan mencapai 1,8%. Oleh karena itu pemerintah berupaya keras agar defisit anggaran 2011 tidak akan mencapai 2,1%. Namun demikia pemerintah terus mengkajinya. "Defisit 2011, masih terus kita kaji, tapi tidak mencapai 2,1%. Mungkin kisaran 1,7%-1,8%," kata Menteri Keuangan Agus Martowardodjo kepada wartawan di Jakarta,30/11

Menyinggung soal krisis global, mantan Dirut Bank Mandiri ini mengakui, hingga saat ini masih terus bergejolak dan tampaknya akan terus menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski Walaupun demikian pemerintah mengaku sudah menyiapkan antisipasi agar pertumbuhan ekonomi tetap sampai 6,7%.

Lebih jauh Agus menjelaskan saat ini situasi Eropa memang perlu mendapat perhatian lebih karena telah merambat ke negara-negara lain di Eropa. "Perkembangan di Eropa terus perlu diperhatikan, bukan hanya Jerman, tapi Inggris juga Italia. Italia sudah mesti menghimpun yield diatas tujuh persen, itu kan berat," paparnya

Walaupun demikian, Agus mengaku telah menyiapkan antisipasi dampak krisis global yang akan menggerus angka pertumbuhan ekonomi RI, namun dia belum menjelaskan secara rinci langkah antisipasi ini. "Kita waspada ini berdampak kepada Indonesia, pertumbuhan ekonomi tidak naik sampai 6,7 persen. Tapi kita sudah siap mengantisipasi," jelasnya.

Sebelumnya Mantan Dirut Bank Mandiri ini sempat mengungkapkan tidak akan bisa menahan defisit pada angka dua persen tahun ini. Perubahan defisit ini nantinya akan dilakukan pada APBNP. "Yang di APBNP, kita melihat dengan adanya belanja tambahan yang diminta Kementerian Lembaga defisit bisa melebihi dua persen," ujarnya saat itu

Dengan demikian, tutur Agus, pemerintah harus lebih waspada. Pasalnya, defisit tersebut dilihat secara nasional. "Itu adalah APBN konsolidasi termasuk APBD. Kontribusi APBD bisa 0,5%-0,8%," tambahnya

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) kembali memangkas prediksi pertumbuhan Indonesia tahun depan di angka 6,3%. Hal ini sejalan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia yang juga terus menghadapi perlambatan pertumbuhan. "Karena beberapa lembaga dunia juga memotong prediksi pertumbuhan ekonomi dunia dari level empat persen ke angka 3,8%, jadi kita turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 6,3%," ungkap Direktur Direktorat Kebijakan Moneter BI Perry Warjio.

Perry menambahkan BI terpaksa memangkas prediksi pertumbuhan Indonesia tahun depan di angka 6,3%."Karena beberapa lembaga dunia juga memotong prediksi pertumbuhan ekonomi dunia dari level 4% ke angka 3,8 % jadi kita turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 6,3%," tambahnya

Meski proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali diturunkan dari sebelumnya 6,5%, Bank Indonesia tetap optimistis konsumsi domestik tetap kuat yang menopang pertumbuhan secara umum. "Permintaan ekspor akan melambat tahun depan,” lanjutnya. **cahyo

Related posts