free hit counter

Konsumsi Rokok Terus Meningkat, Kebijakan Cukai Dinilai Gagal

Kamis, 01/12/2011

NERACA

Jakarta - Indikator keberhasilan kebijakan cukai adalah terkendalinya konsumsi rokok, termasuk jumlah perokoknya. Namun faktanya, jumlah perokok terus mengalami kenaikan berlipat-lipat, termasuk di perokok usia muda. Maka tak heran jika kebijakan cukai selama ini dinilai gagal karena tingkat konsumsi rokok semakin meningkat.

Peneliti Lembaga Demografi FEUI Abdillah Ahsan menilai, pemerintah telah gagal menerapkan kebijakan cukai lantaran tingkat konsumsi rokok di masyarakat terus melonjak. Oleh karena itu, dia menghimbau pemerintah menetapkan tarif cukai rokok yang tinggi agar produsen meningkatkan harga. Dengan harga yang melambung, daya beli masyarakat berkurang dan pada gilirannya konsumsi rokok kian menurun.

Dalam hitungan Abdillah, jumlah perokok di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 1995 jumlah perokok di Indonesia sebesar 34,7 juta perokok, sedang di tahun 2007 mencapai 65,2 juta perokok. Yang mencengangkan, orang yang menderita penyakit perokok remaja (15-19) tahun naik dari 7% pada 1995 menjadi 19 % pada 2010. "Remaja laki-laki naik dua kali lipat dari 14% menjadi 37%. Sedangkan perokok perempuan dari 0,3%  menjadi 1,6% pada 2010," kata Abdillah di Jakarta, Rabu, (30/11).

Sementara itu anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan sistem cukai yang berlaku di Indonesia selama ini lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan industri rokok dan pembangunan. Sementara di negara lain, cukai rokok digunakan untuk upaya pengendalian rokok dan pengobatan.Next