VRNE Kantongi Pinjaman Rp1,1 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank Panin Indonesia Tbk mengajukan plafon pinjaman sebesar Rp1,1 triliun untuk keperluan ekspansi anak usahanya, PT Verena Multi Finance Tbk (VRNE). Namun sayangnya, perseroan belum mau menyebutkan perolehan pinjaman dan hanya menjelaskan bila dana pinjaman tersebut akan digunakan VRNE untuk melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PT Verena Multi Finance Tbk, Andi Harjono usai menghadiri rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta, Senin (21/2).

Andi menjelaskan, berdasarkan skema pendanaan pinjaman, pihaknya akan menerima dana Rp1 triliun melaluichanneling, sementara Rp75 miliar melalui pinjaman langsung bank serta Rp25 miliar dari pembiayaan rekening koran. “Total seluruh pinjaman perbankan VRNE sebesar Rp1,5 triliun. Sehingga bisa dipastikan, VRNE akan mendapat pinjaman dana Rp400 miliar dari bank lain,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) telah mendirikan anak perusahaan baru yang bergerak di bidang leasing (penyewaan) bernama PT IBJ Venera Finance. Leasing yang nantinya dijalankan perusahaan ada tiga, seperti manufaktur, pertambangan, dan konstruksi. Yang masing-masing target penyaluran pembiayaannya untuk manufaktur sebesar 60%, pertambangan 20%, dan konstruksi 20%. "Target klien kami adalah perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia, dari total 1.000 perusahaan yang ditargetkan 500 perusahaan," ungkapnya Direktur IBJ Verena Finance, Linus N Suseno.

Seperti diketahui, pada awal tahun lalu, perseroan memutuskan untuk mengubah nama dari PT Verena Oto Finance Tbk menjadi PT Verena Multi Finance Tbk dengan kode emiten yang sama VRNA.

Adapun perseroan telah memberikan surat perubahan nama tersebut di Nomor 001/VMF/IX/I/2011 tanggal 3 Januari 2011 sebagaimana telah diumumkan melalui IDXnet pada 3 Januari 2011.

Perubahan nama Verena Oto Finance menjadi Verena Multi Finance telah memperoleh persetujuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-45965.AH.01.02 tahun 2010 tanggal 28 September 2010 dan Tanda Daftar Perusahaan Nomor 09.05.1.65.35390 tanggal 30 Desember 2010. "Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka terhitung sejak 5 Januari 2011, Verena Oto Finance tercatat di BEI dengan nama Verena Multi Finance. Perdagangan efek Verena Multi Finance di BEI tetap menggunakan kode VRNA," katanya. (ardi)

BERITA TERKAIT

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

Rp7,1 Triliun Dana Asing Masuk Ke Pasar Keuangan

  NERACA Jakarta - Modal asing yang masuk ke pasar keuangan terutama melalui Surat Berharga Negara mencapai Rp7,1 triliun dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…