Menjadi Agen Tiket Pesawat

NERACA-Pada umumnya tidak semua tiket pesawat dapat dibeli melalui pengelola bisnis tiket pesawat sistem jaringan. Jika seorang pelanggan menginginkan tiket pesawat yang lain, maka anda bisa melakukan booking lewat internet langsung di website maskapai penerbangan bersangkutan dengan ketentuan menambahkan 20 ribu misalnya dari ongkos tiket dan menawarkan pelayanan antar tiket ke konsumen, hal ini untuk menghindari pelanggan berpindah ke travel lainnya.

Untuk mendirikan sebuah agen perjalananan maupun biro perjalanan wisata, harus memenuhi aspek legalitas, seperti : Akte CV atau Pendirian Peseroan Terbatas khusus Pariwisata : Notaris, Domisili : Kantor Kecamatan, NPWP : Kantor Pajak Setempat, SITU Surat Izin Tempat Usaha : Pemda Setempat, SIUP Surat Izin Usaha Perdagangan : Pemda Setempat, SIUP Surat Izin Usaha Pariwisata : Dinas Pariwisata Setempat. Namun kebutuhan legalitas dilain daerah, terkadang sedikit berbeda sesuai dengan aturan otonomi daerah setempat.

Ada pula beberapa airlines domestik, yang mensyaratkan nomer keanggotaan ASITA, apabila mengajukan permohonan untuk menjadi agent resminya, maka dianjurkan untuk menjadi anggota ASITA (Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies), dan ASTINDO (Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan).

Persyaratan pengajuan keagenan airlines domestik, nyatanya beda airlines beda aturan. Ada yang cukup simple tinggal menyediakan dana deposit 2 hingga 3 juta dan sudah mendapat keanggotaan sebagai agent resmi dengan fasilitas booking sendiri, atau melalui Kantor cabang penjualan (semacam GSA), yang tidak terlalu memerlukan birokrasi berarti. Tapi ada pula yang mensyaratkan bukti penjualan bahkan audit dari akuntan publik penjualan selama 1 tahun dan syarat tambahan lainnya.

Biasanya, untuk menjadi agen jasa penjualan tiket akan melalui tahapan waktu 2-3 tahun, dan baru meningkat untuk mengajukan permohonan Akreditasi IATA Agent, dimana fungsi dan kelebihan Agent IATA ini adalah dapat melakukan penjualan Tiket Penerbangan International, dan member dari IATA (International Air Transport Association), konon lebih rumit dengan pelbagai persyaratan.

Seiring dengan berjalannya waktu, dan kecanggihan teknologi, maka muncullah beberapa cara mudah yang membantu niat para investor (New Comer) untuk memulai jenis usaha travel agent, yaitu: Menjadi Sub Agent biasa, dengan mengadalkan Letter of Guarantee bermitra dengan travel agent yang sudah menyandang sebagai agent resmi, atau direct dengan Letter of Guarantee ke airlines dengan berbagi komisi, mapun cost transport pengambilan tiket ke kantor pusat airlines.

Untuk menjadi member travel sistem jaringan, anda akan dipungut biaya pendaftaran Rp 200-Rp 300 ribu. Sistem ini sebenarnya cukup bagus, apalagi kalau anda punya banyak jaringan, sehingga komisi bisa didapatkan dengan maksimal pula.

Atau dapat pula anda menjadi member online sistem, dengan angka tertentu, maka gabungan dengan nominal yang dibayar joining fee, mountly fee, yearly fee melalui proses aturan aturan tata niaga yang ditetapkan sepihak, termasuk pembagian komisi maupun angka angka deposit, dan jumlah user log in airlines yang dishare. Yang pada dasarnya hanya menjadi sub agent dan perpanjangan penjualan perusahaan tersebut.

Karena itu, membayar fasilitas kantor induk dan memanfaatkan supervisi kantor induk untuk melayani konsumen dengan id dan user dari kantor induk, tetapi fasilitas ini dikarenakan dengan syarat syarat tertentu, memerlukan biaya dan belajar usaha biro perjalanan yang luar biasa mahal (minimal 50 jt-500 jt), yang biasanya si investor akan turut terlibat di dalamnya, dan tetap mencari konsumen pelanggan di area dimana usaha tersebut dijalankan sendirian.

Related posts