Jembatan Suramadu

Neraca. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo merisaukan tragedi runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Ing Martapura alias Jembatan Tenggarong yang memakan korban jiwa terjadi juga di Jatim. Untuk itu, Gubernur juga menitipkan secara khusus kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto untuk melakukan pengawasan Jembatan Nasional Suramadu.

"Kemarin waktu saya ditelpon Pak Menteri PU, saya bilang tolong titip untuk pengawasan Jembatan Nasional Suramadu," ujar Soekarwo kepada wartawan di gedung negara Grahadi Surabaya usai upacara peringatan HUT Korpri, Selasa (29/11/2011).

Menurut dia, saat ini prediksi usia jembatan bisa menjadi berkurang, karena tidak disiplin dalam penggunaannya. Kondisi jembatan itu bisa dilihat dari empat aspek, yakni bagaimana proses pembuatannya saat itu, pemeliharaannya secara rutin, disiplin pengguna lalu lintas dan juga operasional teknis tiap jembatan yang tidak sama.

"Harus dicek berapa ton muatan truk yang lewat, truknya berapa gandar, tekanannya dan sebagainya. Ada kelebihan muatan pada kendaraan hanya diberi sanksi denda, sementara muatan yang berlebih belum ada tempat untuk menyimpannya. Kalau ada gudang, nggak ada petugas yang menunggunya," tegasnya.

Pemprov meminta masyarakat tidak terlalu takut terhadap keselamatan pemakai jembatan di Jatim, pasca ambruknya Jembatan Mahakam di Kutai kartanegara, Kalimatan Timur, Sabtu (26/11/2011).

Gubernur juga menugaskan Dinas PU Bina Marga Jatim dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan pada kondisi jembatan-jembatan yang ada di Jatim. "Kemarin yang jebol di Lamongan juga sudah di cek. Jembatan Porong juga sedang dilakukan pemeriksaan, karena itu masalah teknis," pungkasnya.

Related posts