Tekanan IHSG Masih Berlanjut Di Musim Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Mengawali perdagangan awal pekan Senin (21/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat. Dimana IHSG naik 12,983 atau 0,37% ke level 3514,48. Indeks LQ45 juga naik 3,429 poin atau 0,55% ke level 622,179. Hingga pukul 09.35 JATS, pergerakan IHSG terus melaju di jalur positif, meskipun sebagian indeks di kawasan regional berada di jalur merah atau bergerak negatif.

Saham-saham yang bergerak tinggi diawal perdagangan, antara lain adalah Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan HM Sampoerna (HMSP). Sementara bursa-bursa regional pagi kemarin mayoritas bergerak melemah. Hanya bursa China yang bergerak di jalur positif.

Kemudian pada perdagangan sesi I, IHSG kembali balik arah yang langsung terkoreksi pada penutupan. IHSG ditutup melemah tipis 7,290 poin (0,21%) ke level 3.494,207. Indeks LQ 45 juga melemah 0,746 poin (0,12%) ke level 618,004.

Penguatan indeks diawal perdagangan tidak berlansung lama, karena IHSG terkoreksi atas saham-saham berkapitalisasi besar seperti Astra International yang membuat IHSG akhirnya menepi ke teritori negatif. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 74.214 kali pada volume 1.695 juta lembar saham senilai Rp 2,010 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 106 saham turun, 73 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 menjadi Rp 48.150, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.700 menjadi Rp 37,450, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 7,550.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain PGN (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 3.775, Astra International (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 52.400, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 menjadi Rp 3.800.

Selanjutnya menutup perdagangan Senin sore, IHSG tetap berada dizona merah dan tidak mampu mempertahankan penguatan di awal perdagangan. Indeks kembali terkoreksi 3,854 poin. IHSG turun tipis 3,854 poin (0,12%) ke level 3.497,643. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 1,356 poin (0,21%) ke level 620,106.

Padahal, diawal perdagangan, indeks sempat naik tajam ke level tertingginya di 3.520,641. Tak berapa lama,profit takingatas saham-saham bank membuat indek terjun bebas ke level terendahnya di 3.489,105.

Kali ini maraknya aksi jual memaksa indeks harus ditutup pada zona merah. Mayoritas sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah. Namun beberapa sektor masih ada yang bisa mencetak penguatan, seperti agribisnis, pertambangan, konsumer dan perdagangan. Saham konsumer menjadi penopang kejatuhan bursa hari ini sehinga tidak terlalu dalam.

Meski investor asing membukukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebesar Rp 307,134 miliar di seluruh pasar, namun indeks belum mampu naik ke teritori positif. Oleh karena itu, indeks pada pembukaan Selasa (22/2) hari ini diperkirakan kembali berkonsolidasi, namun munculnyashooting starperlu diwaspadai adanya potensi tekanan lanjutan. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,470-3,540 dengan TLKM dan AALI sebagai saham pilihan.

Sebelumnya, Senin kemarin perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.016 kali pada volume 2,99 miliar lembar saham senilai Rp 3,918 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 121 saham turun, 85 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerakmixed kemarin sore, dengan rata-rata bergerak tipis. Beberapa diantaranya masih bisa mencetak penguatan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 37.550, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 47.950, Multibreeder (MBAI) naik Rp 600 ke Rp 12.200, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 25.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 950 ke Rp 52.050, Sarana Menara (TWR) turun Rp 600 ke Rp 11.000, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 15.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 300 ke Rp 6.350. (bani)

Related posts