Eloknya Wisata Telaga Warna Dieng

Neraca. Hampir semua masyarakat Indonesia telah mengetahui obyek wisata pegunungan Dieng. Berbagai keindahan yang menghiasi wilayah itu, hampir tiada habis-habisnya untuk dinikmati. Mulai dari udara yang dingin dan menyejukkan pernafasan dan pepohonan serta kebon teh dan sayur-mayur dilereng-lerengnya, sangat memanjakan mata untuk memandangnya tanpa henti. Cuaca yang dapat berubah membuat tubuh menjadi stanby setiap saat untuk terus melangkah menyusuri alam yang ada.

Berbagai obyek dalam kawasan Pegunungan Tinggi Dieng mewarnai keindahan lokasi tersebut, salah satunya adalah telaga warna yang penuh pesolek dan dapat berubah-ubah warnanya sesuai dengan cahaya matahari yang memantulkannya. Banyak orang yang menjadi takjub akan fenomena alam tersebut, karena terkadang telaga itu dapat berwarna hijau, biru, kemerah-merahan dengan di selimuti kabut, sehingga seperti sebuah peraduan besar. Telaga alam yang terluas di kabupaten wonosobo ini, berada pada ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, dan memiliki luas 70Ha dan mempunyai kedalaman mencapai 45 meter.

Telaga Warna bila dilihat dari segi ilmiah bisa berwarna karena mempunyai kandungan sulfur tinggi, sehingga cahaya matahari yang masuk dipantulkan oleh campuran air dan sulfur, menyebabkan warna pada permukaan air berubah-ubah, sesuai cahaya yang masuk. Seperti warna dari hijau, kuning, biru bisa berubah sesuai sinar cahaya matahari. Para pengunjung dapat menyusuri telaga lokasi yang berada dibawah, dan menyusuri tepian danau tersebut. Selain itu, pihak pengelola menyediakan balkon kecil untuk para wisatawan untuk duduk bersantai sambil menikmati udara dan keanekaragaman fenomena alam yang mengelilinginya, sambil beristirahat melepas lelah.

Konon dari kisah penduduk disanah, ada seekor ular raksasa yang hidup didalam danau tersebut sebagai penghuni telaga. Terkadang ular tersebut memperlihatkan dirinya kepermukaan. Ketika ditanya apakah semua orang dapat melihatnya? Jawab penduduk asli tersebut, hanya orang-orang tertentu saja atau yang sengaja ular itu memperlihatkan kepada orang yang ada didaratan. Hal ini mungkin masuk dalam mitos dari kawasan penduduk agar manusia tidak merusak ekosistem telaga tersebut, dibenak saya saat itu berkata tahun 2001 lalu.

Telaga warna di dataran tinggi pegunungan Dieng, memang sangat eksotik dan memukau pandangan setiap mata yang menyaksikannya. Para pengunjung dapat berjalan menyusuri pinggiran danau dan melihat air telaga dari dekat atau bahkan dapat memasukkan tangan kedalam air telaga untuk merasakan hawa dari telaga warna tersebut. Disekeliling telaga ditumbuhi oleh berbagai pepohonan yang cukup rindang, menambah kecantikan danau tersebut dengan warna hijau dank abut keputih-putihan yang membentang melingkari telaga tersebut.

Selain itu, udara yang sangat sejuk atau bahkan bisa turun dan menyebabkan hawa dingin yang membuat tubuh kedinginan. Bagi para pengunjung sangat disarankan untuk memakai pakaian dan jaket yang tebal dan hangat, karena cuaca di kawasan itu cepat berubah-ubah. Apalagi bagi Anda yang tidak terlalu terbiasa dengan hawa yang terlalu dingin, akan membuat diri Anda tidak maksimal menikmati keindahan obyek wisata tersebut, karena akan mengalami hypothermia, yaitu menggigil. Jadi persiapkanlah pakaian yang cukup tebal dan jaket yang dapat menghangatkan diri Anda.

Memang ada beberapa telaga di kawasan Dieng selain telaga warna, yaitu Telaga menjer yang terletak di desa Maron kecamatan garung Kabupaten wonosobo, jaraknya sekitar 12 km sebelah utara kota Wonosobo. Disanah juga terdapat bendungan air yang cukup besar di daerah tersebut, untuk mengatur debit air yang ada dikawasan itu. Danau yang cukup besar sehingga para pengunjung dapat menyusuri pinggir telaga tersebut. Di dalam telaga tersebut banyak terdapat ikan yang hidup, terkadang ada para penduduk yang memancing ikan.

Bila pada telaga warna yang berada di atasnya, di dataran tinggi Dieng hampir tidak ada ikannya sama sekali karena kandungan zat sullfur yang tinggi didalam telaga warna tersebut, dapat dipastikan hanya sedikit biota air yang mampu hidup. Telaga warna ini, akan berubah menjadi lebih terang ketika sinar matahari memantul kepermukaan telaga. Akan tetapi akan menjadi redup dan gelap bila sinar matahari meredupkan sinarnya. Sebuah panggung alam yang maha luar biasa bukan, bagaimana alam memainkan episentrum dalam ekosistem disanan. Nah, bagi Anda yang hendak berlibur, mungkin wisata alam ke dataran pegunungan tinggi Dieng bisa menjadi pilihan yang tepat. (shiddiq/dbs)

Related posts