Upayakan Anggaran Beasiswa Pengadaan Barang dan Jasa - Kepala LKPP, Ir. Agus Rahardjo, MSM

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), akan kembali mengajukan anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk beasiswa S2 dan S3 jurusan pengadaan barang dan jasa, di 2012. Sebelumnya, anggaran tersebut sudah ditolak Kemenkeu dua kali sejak 2010 lalu.

“(Anggaran) tidak begitu besar. Menurut mereka (Kemenkeu), (pemberian) beasiswa ini bukanlah tugas LKPP sebagai badan regulator. Kita tidak akan menyerah dan akan terus mengupayakan agar masuk anggaran LKPP tahun depan. Ini sangat penting untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) kita,” ujar Kepala LKPP Ir. Agus Rahardjo, MSM.

Bagi Agus, jangan dilihat dari besar atau kecilnya anggaran. Tetapi perhatian yang sungguh-sungguh dan sikap konsisten dalam membangun SDM profesional. Meski begitu, Agus mengakui pemberian beasiswa ini memang tidak mudah dan membutuhkan waktu karena LKPP akan mendidik peserta, baik kementerian dan lembaga (K/L) serta institusi daerah, untuk menjadi profesional.

Sementara sisi lain, peran lembaga pengadaan barang dan jasa semakin strategis. “Lembaga pengadaan ini perannya cukup penting. Oleh karena itu, penyedia pengadaan harus dibenahi. Baik itu regulasi, institusi maupun individu,” tegas dia. Pengembangan kompetensi SDM, sambungnya, juga harus didukung pemerintah melalui pemberian insentif.

Pria yang menyelesaikan S2 di Universitas Cambridge, Amerika Serikat ini menjelaskan, pemberian insentif oleh pemerintah akan digunakan melalui tiga upaya peningkatan profesionalitas. Upaya tersebut antara lain menyusun standar kompetensi kerja dan mengembangkan jenjang karir jabatan fungsional Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPJP). Terakhir, menguatkan organisasi profesi dan unit Pembina jabatan fungsional PBJP.

Agus menambahkan, pihaknya telah berupaya mengembangkan kompetensi SDM LKPP di tingkat dasar. “Sudah ada perguruan tinggi seperti ITB dan Universitas Diponegoro (Undip) yang menyediakan jurusan logistik atau pengadaan serta jurusan pengadaan barang dan jasa. Apalagi Undip ada pascasarjana. Belum lagi, Asian Institute of Management, Filipina, menawarkan beasiswa ke kita," tegas dia.

Dia mengingatkan, peningkatan kompetisi SDM ini harus secepatnya dilaksanakan. Pasalnya, Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, yang sudah terlebih dahulu menerapkan pendidikan bergelar dan pelatihan profesional.

BERITA TERKAIT

Mulai Beroperasi Ruas Tol Baru - Laba Jasa Marga Masih Stabil di Rp 584,8 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berhasil mencatatkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi…

Riset Akademik - Pengembangan Mobil Listrik Perlu Lebih Difokuskan ke MPV dan SUV

NERACA Jakarta – Kalangan akademisi memaparkan sejumlah rekomendasi pengembangan mobil listrik di Indonesia, di antaranya fokuskan penerapan teknologi hibrid, plug…

Jaga Kesehatan Perusahaan - Garuda Pangkas Jumlah Direksi dan Komisaris

NERACA Jakarta – Komitmen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk menjaga kesehatan perusahaan terus dilakukan dengan menekan efisiensi dan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Kasus Novel ke Pimpinan KPK

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Kasus Novel ke Pimpinan KPK NERACA Jakarta - Tim gabungan bentukan Polri untuk mengungkap kasus penyerangan…

KPPU Dalami Dugaan Pengaturan Tender Jalan di Kediri Rp240 Miliar

KPPU Dalami Dugaan Pengaturan Tender Jalan di Kediri Rp240 Miliar NERACA Kediri - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendalami keterlibatan…

Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Perampasan Dokumen Kapal ke Kejaksaan

Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Perampasan Dokumen Kapal ke Kejaksaan NERACA Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri mengirimkan berkas kasus dua penagih…