Laba Citibank Anjlok 27,53% - Kartu Kredit Distop

Jakarta - Setahun terakhir, Citibank Indonesia mengalami penurunan laba sebesar 27,53 persen jika dibandingkan dengan awal tahun lalu. Penurunan laba ini, dikarenakan adanya sanksi penghentian kartu kredit dari Bank Indonesia (BI) dan Net Interest Margin (NIM).

Dalam publikasi laporan keuangannya, tercatat sembilan bulan terakhir Citibank Indonesia mengalami penurunan laba sebesar 27,53 persen dari Rp1,38 triliun (September 2010) menjadi Rp1 triliun pada September lalu. "(Penurunan) laba itu ada beberapa sebab, salah satunya kan NIM (net interest margin) agak turun dari lima persen menjadi sekira 4,5 persen," ujar Citi Country Officer Indonesia Tigor M Siahaan kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Penurunan NIM ini, dilakukan pihaknya guna menyesuaikan perintah bank sentral, agar perbankan menawarkan suku bunga yang lebih murah. "Jadi kita kejar di volume. Tingkatkan volume, tidak apa-apa NIM turun. NIM rendah juga belum tentu buruk, tergantung customer base kita juga dan sampai saat ini kita percaya dengan customer base kita," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut penurunan laba ini dikarenakan skorsing BI terhadap dua bisnis inti bank yaitu kartu kredit dan priority banking.

Seperti diketahui, BI menskors Citibank tidak boleh menambah nasabah selama dua tahun untuk kartu kredit dan setahun untuk priority banking. Skorsing tersebut dikeluarkan BI, pasca merebaknya kasus pembunuhan nasabah Irzen Octa karena menunggak tagihan kartu kredit dan penggelapan yang dilakukan Melinda Dee.

BI memberi sanksi kepada BI berupa dua tahun tidak boleh mengeluarkan kartu kredit dan pembukaan cabang selama satu tahun.

Sebagai informasi, dalam laporan keuangan, beban operasional Citibank Indonesia naik hampir 34 persen menjadi Rp1,38 triliun per September 2011, dari angkanya September 2010 sebesar Rp1,03 triliun. Beban tenaga kerja naik dari Rp549 miliar menjadi Rp677,2 miliar. Sedangkan beban bunga naik dari Rp781,9 miliar menjadi Rp809,04 miliar.

Di sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih turun dari Rp2,39 triliun September tahun lalu menjadi Rp2,29 triliun September ini. Sementara fee based income turun, minus Rp990,53 miliar, menjadi minus Rp1,62 triliun. Laba operasional sendiri turun dari Rp1,40 triliun menjadi Rp601,8 miliar.

BERITA TERKAIT

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

REALISASI PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT

Perajin merapikan tempat sampah hasil daur ulang di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tumbuh 10,3%, BNI Bukukan Laba Rp15,02 Triliun

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar…

WWF Ikut Dorong Praktik Berkelanjutan Jasa Keuangan Di Singapura

    NERACA   Jakarta - WWF bergabung dengan platform multipihak yang mendorong arah aliran dari berbagai lembaga jasa keuangan…

CIMB Niaga Tumbuhkan Literasi Keuangan Pelajar Melalui AMDB

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) konsisten menumbuhkan semangat menabung dan berbagi…