Rumah Adat Tana Toraja

Neraca. Tana Toraja memiliki alam dan budaya nan memesona. Tak heran, kabupaten di Sulawesi Selatan itu banyak dikunjungi wisatawan. Selain panorama gunung dan persawahan, seni ukir yang menghias rumah-rumah adat menjadi tontonan yang menawan.Konon, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana. Menurut mitos yang hingga kini tetap diyakini di kalangan masyarakat Toraja, nenek moyang mereka yang pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana.

Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidendreng dan Bugis Luwu. Orang Sidendreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja, yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan". Memang Kabupaten Tana Toraja letaknya kurang lebih 300-600 meter di atas permukaan laut. Orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya "orang yang berdiam di sebelah barat".

Rumah adat suku Toraja adalah Tongkonan. Konon kata tongkonan berasal dari tongkon, yang berarti duduk. Dahulu rumah ini merupakan pusat pemerintahan, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya masyarakat Toraja. Rumah ini tidak bisa dimiliki oleh perseorangan melainkan turun temurun oleh keluarga atau marga suku Tana Toraja.

Tongkonan berupa rumah panggung dari kayu, dimana kolong di bawah rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Atap tongkonan berbentuk perahu, yang melambangkan asal-usul orang Toraja yang tiba di Sulawesi dengan naik perahu dari Cina. Di bagian depan rumah, di bawah atap yang menjulang tinggi, dipasang tanduk-tanduk kerbau. Jumlah tanduk kerbau ini melambangkan jumlah upacara penguburan yang pernah dilakukan oleh keluarga pemilik tongkonan. Di sisi kiri rumah (menghadap ke arah barat) dipasang rahang kerbau yang pernah di sembelih, sedangkan di sisi kanan (menghadap ke arah timur) dipasang rahang babi.

Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (‘bangah‘) yang licin, sehingga tikus tidak dapat naik ke dalam lumbung. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Dalam paham orang Toraja, tongkonan dianggap sebagai ‘ibu‘, sedangkan alang adalah sebagai ‘bapak‘. Tongkonan berfungsi untuk rumah tinggal, kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah,dan selatan. Ruangan di bagian utara disebut ‘tangalok‘, berfungsi sebagai ruang tamu, tempat anak-anak tidur, juga tempat meletakkan sesaji. Ruangan bagian tengahdisebut ‘Sali‘, berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, tempat meletakkan orang mati, juga dapur. Adapun ruangan sebelah selatan disebut ‘sumbung‘, merupakan ruangan untuk kepala keluarga. Ruangan sebelah selatan ini juga dianggap sebagai sumber penyakit.

BERITA TERKAIT

BTN akan Gelar Akad KPR 2.002 Unit Rumah - Kejar Target Program Satu Juta Rumah

    NERACA   Jakata - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berencana akan membangun Kampung Nelayan Puger. Langkah tersebut…

PENGHAPUSAN GOLONGAN LISTRIK RUMAH TANGGA

Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (14/11). Pemerintah melalui PT PLN (Persero) berencana menghapus golongan…

Mewaspadai Perlambatan Konsumsi Rumah Tangga

Oleh: Calvin Basuki  Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pengumuman mengenai pertumbuhan ekonomi triwulan III-2017 mencatat ekonomi Indonesia menurut pengeluaran tumbuh…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

PGL Bangun Hunian di Kelapa Gading

PGL Bangun Hunian di Kelapa Gading NERACA Jakarta - Permata Graha Land (PGL) membangun hunian di Kelapa Gading dengan harga…

Lewat Anak Usaha, Intiland Operasikan Whiz Prime Malang

Lewat Anak Usaha, Intiland Operasikan Whiz Prime Malang NERACA Jakarta - PT Intiland Development Tbk, melalui anak usaha PT Intiwhiz…

Pengembang Properti Buka Peluang UMKM Jadi Pemasok

Pengembang Properti Buka Peluang UMKM Jadi Pemasok  NERACA Depok - Pengembang properti di Cimanggis, Depok, membuka peluang kemitraan kepada lebih…