Dikritik Banyak Kegiatan K/L Akhir Tahun

NERACA

Jakarta--DPR mengkritik Kementerian/ Lembaga yang latah menghabiskan dan APBN hanya sekedar mengejar prosentase realisasi anggaran. Kebiasaan melakukan banyak rapat dan seminar menjelang akhir tahun harus segera dihentikan. “Kebiasaan mengadakan berbagai seminar hanya sekedar untuk menghabiskan anggaran adalah tidak baik. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh daerah-daerah baik oleh pemerintah daerahnya juga oleh DPRDnya,” kata Ketua DPR Marzuki Alie kepada wartawan di Jakarta, (28/11).

Semua pihak diharapkannya dapat melaksanakan instruksi presiden tentang penghematan anggaran. “Negara masih banyak memerlukan banyak dana untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, kualitas pendidikan, kesehatan dan program-program ekonomi pro rakyat,” tegasnya.

Marzuki menambahkan upaya-upaya menghabiskan anggaran tanpa tujuan yang jelas tidak boleh lagi dilanjutkan. “Saya banyak mendapatkan laporan masyarakat bagaimana kementrian dan lembaga menggunakan uang rakyat tanpa tujuan yang jelas,” imbuhnya.

Namun Marzuki enggan memberikan contoh konkrit kementerian mana yang melakukan hal itu. “Saya sendiri telah mencek kebenaran informasi itu. Coba cek saja sendiri bagaimana hotel-hotel dipenuhi kegiatan pemerintah maupun lembaga negara lainnya. Kawasan Puncak itu contohnya penuh semua hotelnya,” tegas Marzuki.

Khusus untuk DPR, Marzuki menjelaskan semua anggaran yang tidak terpakai dikembalikan semuanya kepada pemerintah. “Anggaran pembangunan gedung sudah kita kembalikan,”tandasnya.

Hal senada dilontarkan Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan yang menilai kebiasaan menggenjot performance menjelang akhir tahun guna penyerapan mendomgkrak penyerapan anggaran harus segera diakhiri. “Sejak dulu sudah menjadi rahasia umum bahwa kementrian lembaga selalu menggunakan anggaran untuk membuat program yang diada-adakan daripada anggaran hangus,”paparnya

Selama ini menurut Taufik, memang pengajuan program yang melakukan adalah pemerintah melalui kementrian dan lembaga-lembaga negara, sehingga seharusnya program yang diajukan bisa digunakan dengan baik sesesuai dengan tujuan program tersebut. “Jika tidak terserap harusnya pola pikir kementrian itu diubah. Jangan dipikir anggaran itu hanya untuk satu tahun sehingga jika tidak terserap hangus. Harusnya dipikirkan bahwa jika program tidak tepat maka anggaran dikembalikan kepada negara,”ucapnya

Lebih jauh kata Taufik, pengajuan anggaran harus melihat faktor keseimbangan dalam pengajuan program dan penyerapan anggaran. “Budgeting sangat efektif jika seimbang besaran program dan besaran penyerapan. Menjadi hal yang harus dikembalikan ke era transparansi publik, bukan hanya penyerapapan tapi realisasi anggaran yang terpola dengan baik. Selama ini yang justru banyak tidak terserap itu kebanyakan program pembangunan fisik seperti infrastruktur,” tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BI: CAD Triwulan III-2018 Capai 3,37% PDB - MENKEU IMBAU MASYARAKAT KURANGI KEGIATAN KE LUAR NEGERI

Jakarta-Bank Indonesia mengungkapkan, defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit-CAD) pada triwulan III-2018 mencapai US$8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB,…

Astra Property Groundbreaking Arumaya - Targetkan Serah Terima Tahun 2022

NERACA Jakarta - Dua developer ternama, yakni Astra Property dan Hongkong Land melaksanakan groundbreaking ceremony pembangunan Arumaya, sebuah hunian eksklusif…

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara NERACA Jakarta - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli dituntut 8 tahun penjara ditambah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Ditempuh 10 Jam

    NERACA   Surabaya - Waktu tempuh antara Jakarta ke Surabaya yang berjarak 760 kilometer dapat ditempuh paling lama…

93 Juta Sedotan Digunakan Setiap Harinya

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 93 juta batang sedotan plastik digunakan dalam sehari di seluruh Indonesia yang akan…

Sebelum ERP Diterapkan, Ganjil Genap Tetap Berlaku

      NERACA   Jakarta - Kepala Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono menyatakan kebijakan ganjil-genap akan terus belaku…