Pasca Gempa, Produksi INCO akan Kembali Normal

NERACA

Jakarta – Dampak dari buruknya cuaca dan gempa yang terjadi 15 Februari di Sorowako Sulawesi memaksa produksi tambang PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) terganggu. Namun perseroan memastikan bila pekan depan, produksi tambangkan akan berjalan normal.

"Produksi diharapkan akan kembali normal dalam kurun waktu 3 sampai 4 hari ke depan. Kami juga yakin dampak gempa terhadap produksi akan bisa ditanggulangi sepenuhnya pada bulan-bulan mendatang," kata Direktur INCO Fabio Bechara dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin.

Dalam peristiwa gempa tersebut tidak memakan korban jiwa dan luka-luka. Perseroan tetap akan melakukan pemeriksanan secara menyeluruh terhadap semua fasilitas yang ada sebelum mengaktifkannya kembali, guna memastikan seluruh peralatan bisa dioperasikan kembali beroperasi secara normal dan aman.

Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pabrik Pengolahan berikut fasilitas lain secara keseluruhan telah diperiksa dan seluruhnya dalam keadaan baik. Jalur listrik dan switchyard sebagian ada yang terkena imbas gempa yang terjadi sehingga sempat berdampak pada pasokan listrik untuk fasilitas pengolahan dan permukiman."Namun, sejak Kamis pasokan listrik telah kembali berfungsi normal baik di pabrik pengolahan maupun di kawasan permukiman perusahaan," imbuhnya.

Sebelumnya, perseroan akan melanjutkan investasi jangka panjang di Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk komitmen besar perusahaan. Sementara ini berbagai opsi sedang dipelajari dan didalami untuk investasi di Sulawesi Tenggara. PT Inco juga terus mengupayakan dialog dan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk membahas rencana investasi jangka panjang.

Sejauh ini, berbagai upaya terus dilakukan perseroan untuk melaksanakan investasi jangka panjang dan termasuk melanjutkan pertemuan dan pembahasan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk mendapatkan solusi terbaik bagi semua pihak, sesuai dengan peraturan yang berlaku serta memperhatikan Kontrak Karya Perseroan dengan Pemerintah Republik Indonesia. Pada dasarnya, kegiatan usaha PT Inco di Sulawesi Tenggara mempunyai dasar hukum yang jelas dan berbagai peraturan yang berlaku lainnya dan sementara ini belum ada kegiatan perusahaan yang dapat dikategorikan secara ilegal di Sulawesi Tenggara. (bani)

BERITA TERKAIT

Berhasil Tingkatkan Produksi Lapangan Tua, Pertamina Layak Kelola Blok Rokan

Berhasil Tingkatkan Produksi Lapangan Tua, Pertamina Layak Kelola Blok Rokan NERACA Jakarta - Pertamina telah membuktikan kemampuan meningkatkan produksi lapangan…

Peranan KPPU Akan Diperkuat

Peranan KPPU Akan Diperkuat NERACA Jakarta - Peranan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan diperkuat, salah satunya dengan merevisi Undang-Undang…

September, BCA akan Akuisisi 2 Bank Kecil

      NERACA   Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tengah mempersiapkan aksi korporasinya di tahun ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…