Daerah Perbatasan Jadi Pertahanan Ekonomi

NERACA

Jakarta--- Daerah perbatasan NKRI lebih dikembangkan ke arah ekonomi ketimbang pertahanan. Hal ini sesuai dengan perkembangan jaman. Apalagi pengelolaan perbatasan yang baik bisa membantu pertahanan ekonomi negara. "Pembangunan perbatasan ke depannya sifatnya ekonomi. Dulu memang pertahanan, as going on sekarang lebih sifatnya ekonomi," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis (24/11)

Lebih jauh Purnomo meminta agar Badan Nasional Penjaga Perbatasan (BNPP) iut berperan aktif dan jangan hanya menjaga keamanan perbatasan saja, tapi harus mengutamakan aspek kesejahteraan juga. "BNPP jangan keamananan saja, tapi ekonomi juga. Kalau ekonomi baik, membantu pertahanan ekonomi," tambahnya

Purnomo mengaku, pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan harus dilakukan dari sekarang karena karena memang SDA di daerah perbatasan masih kurang disentuh. Oleh karena itu, pemerintah harus memperhatikan daerah perbatasan, salah satunya dengan meningkatkan anggaran untuk daerah perbatasan. "Dulu masih terpikir untuk menjaga, masalah ekonomi harus diperhatikan sekarang, menumpahkan perhatian anggaran pembangunan infrastruktur untuk sekarang," imbuhnya

Ditempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh. Mengatakan Indonesia menyumbangkan dana sebesar 10 juta dolar AS untuk mendukung program UNESCO dalam upaya perlindungan budaya Indonesia dan ASEAN. “Kontribusi itu untuk mendukung aktivitas badan PBB yang menangani pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya tersebut,” katanya/

Komitmen itu disampaikan saat kunjungan resmi pertama Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova ke Indonesia. "Kami menyampaikan rasa terima kasih atas sumbangan penting dan tepat waktu ini, yang menegaskan bahwa dana ini akan mendukung berbagai kegiatan utama UNESCO, termasuk pelestarian pusaka, pembangunan kapasitas dan peningkatan mutu pendidikan," kata Bokova.

Bokova menambahkan sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk program-program yang mendukung Indonesia dan wilayah ASEAN. Pada sidang tersebut, seni budaya Saman asal Gayo Lues dan sekitarnya dari Provinsi Nangro Aceh Darussalam telah resmi dinyatakan sebagai warisan budaya takbenda dan masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO.

Indonesia dipercaya oleh 137 negara konvensi 2003 UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda untuk menjadi tuan rumah dan memimpin Sidang yang bergengsi tersebut.

Sidang UNESCO itu dibuka pada 22 November 2011 malam oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono didampingi Direktur Jenderal UNESCO Madame Irina Bokova, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, dan Wakil Direktur-Jenderal Bidang Kebudayaan UNESCO, Franceso Bandarin. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Founder KahmiPreneur Raih Sertifikasi Internasional

  NERACA Jakarta - Pemerintah saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan…

PII Dorong Insinyur Bersertifikat

    NERACA   Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur Indonesia untuk tersertifikasi. Ketua Umum PII Hermanto…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5253 Triliun

    NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III 2018 naik 4,2 persen (tahun…