Aturan Wealth Management BI Keluar Bulan Ini

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan surat bagi perbankan untuk mengatur standar minimum dalam menerapkan wealth management bagi nasabah premium akhir bulan ini. Kepala Biro Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis mengatakan, peraturan wealth management yang keluar nantinya ini berbentuk surat edaran.

"Manajemen risiko semua aktifitas perbankan, ini surat edaran yang lebih rinci. Manajemen risiko untuk nasabah premium," ungkap Irwan ketika ditemui di Jakarta, Kamis (24/11).

Lebih lanjut dia mengatakan, surat edaran wealth management ini sedang menunggu tanda tangan Deputi Gubernur BI Muliaman D Haddad, baru kemudian disebarkan kepada perbankan di Indonesia. "Intinya jauh lebih bagus lah, prudentialnya lebih ditekankan. Apa nasabah prima, siapa saja nasabah prima, dan produknya," jelas dia.

Selain itu, surat edaran ini beriskan standar minumum perbankan dalam menerapkan wealth management untuk nasabah kaya yang lebih diatur secara teknis. "Ini dalam menerapkan wealth management untuk nasabah premium," tukasnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa jumlah nasabah kaya (high network individual) di Indonesia ternyata tumbuh paling besar dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean pada umumnya.

"Peningkatan nasabah kaya di Indonesia tumbuh paling cepat di Asia setelah Hong Kong, mengalahkan Thailand dan Taiwan, pertumbuhannya sekitar 32 persen, jumlahnya beberapa tahun lalu hanya sekira 19 ribu, sekarang hampir 30 ribu nasabah.

Hal ini berkaitan dengan potensi pertumbuhan layanan wealth management di Indonesia masih sangat besar, apalagi ketika melihat bahwa di BEI, ada sekitar 435 perusahaan yang melantai dipublik. Dengan 435 perusahaan yang melantai di bursa, capital market di Oktober yang mencapai Rp3,295 triliun dan akan terus tumbuh sekira 27,4 persen, dan nilai transaksi harian mencapai Rp5,2 triliun, potensi wealth management di dunia perbankan masih sangat besar.

BERITA TERKAIT

Kemenkes: Tender Obat HIV Dimulai Bulan Depan

Kementerian Kesehatan mengatakan tender obat-obatan antiretroviral (ARV) bagi pasien HIV akan dimulai kembali pada bulan depan. Cadangan obat pun disebut…

Kominfo Targetkan Kebijakan 5G Rampung Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. “Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita…

Bank Commonwealth Luncurkan Aplikasi Wealth Management

  NERACA   Jakarta - Bank Commonwealth meluncurkan aplikasi CommBank SmartWealth yang merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang berfokus pada…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…