Cikarang Listrindo Terbitkan Global Bond - Gali Lubang Tutup Lubang

NERACA

Jakarta – PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi dalam bentuk mata uang asing senilai US$ 550 juta atau Rp 7,2 triliun (estimasi Rp 13.000). “Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar bisa menyetujui aksi korporasi perseroan untuk menerbitkan surat utang US$ 550 juta.”kata Chief Financial Officer POWR Christanto Pranata di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, dana hasil penerbitan suret utang selain untuk ekspansi bisnis juga untuk membayar utang yang dikeluarkan tahun 2012 sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp ,6 triliun dengan estimasi kurs rupiah Rp 13.000 per dollar AS. Kala itu, obligasi diterbitkan anak usaha perseroan, yakni Listrindo Capital BV pada Februari 2012 dengan tingkat bunga 6,95% per tahun. Bank of New York Mellon bertindak sebagai trustee dalam penerbitan ini. Senior notes jatuh tempo pada 21 Februari 2019.

Ketika itu, perseroan menggunakan US$ 280,6 juta hasil penerbitan untuk melunasi utang senior notes 2015 yang mencapai US$ 300 juta dengan bunga 9,25% per tahun. Sesuai rencana, obligasi anyar ini bakal memiliki jatuh tempo selambat-lambatnya tahun ke-10 sejak diterbitkan. Suku bunga tetap direncanakan maksimal 8% per tahun, dan bunga akan dibayarkan setiap enam bulan.“Pada obligasi yang jatuh tempo 2019 itu, perseroan punya opsi call. Dalam aksi ini ada harga yang harus dibayar. Jadi sebanyak US$ 50 juta dari obligasi baru nanti akan digunakan untuk membayar biaya premium call, underwriter, legal, dan sebagainya,” terang Christanto.

Kata Christanto, surat utang tersebut akan diterbitkan pada bulan September 2016. Nantinya, surat utang tersebut akan ditawarkan ke investor-investor di Amerika, Eropa, dan Asia. Tahun ini, perseroan menargetkan kapasitas listrik terpasang mencapai 1.144 Megawat dengan beroperasinya dua PLTU baru senilai Rp6,22 triliun. Kata Christianto, dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Bekasi Utara yang tengah dibangun memiliki kapasitas 280 MW."Estimasi selesai akhir 2016. Masing-masing 140 MW,"ujarnya.

Pembangunan fisik PLTU tersebut telah mencapai 86%. Investasi dua PLTU mencapai US$475 juta yang diperoleh dari obligasi global dan kas internal. PLTU tersebut didanai dari sebagian penerbitan obligasi pada 2012 senilai US$500 juta dan kas internal perseroan. Sebesar US$300 juta yang dikantongi dari penerbitan notes digunakan untuk refinancing pinjaman yang dirilis pada 2010.

Realisasi Capex

Untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), perseroan mengalokasikan dana sebesar US$ 130 juta tahun ini. Hingga semester I-2016, perseroan telah menyerap capex sebanyak US$ 70 juta. Rencananya, perseroan akan menghabiskan US$ 60 juta pada paruh kedua tahun ini untuk mengerjakan sejumlah proyek utama.

Sepanjang semester I-2016, Cikarang Listrindo membukukan total penjualan US$ 274,66 juta, naik 1,5% dibanding periode sama tahun lalu US$ 270,58 juta. Dari situ, penjualan listrik ke kawasan industri berkontribusi US$ 200,18 juta, naik7,39% dari Juni 2015 US$ 186,39 juta, sementara penjualan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyumbang US$ 74,48 juta, turun 11,5% dari US$ 84,18 juta.

Lebih lanjut, laba periode berjalan perseroan hingga semester I-2016 mencapai US$ 106,51 juta, naik 153% dibanding periode sama tahun lalu US$ 42,08 juta. Menurut Christanto, proyeksi hingga akhir tahun akan tergantung dari pertumbuhan kawasan industri. “Kalau memang pertumbuhan makro ekonomi membaik, penjualan listrik ke kawasan industri juga akan sejalan dengan itu,” jelas dia.

Saat ini, perseroan memiliki izin usaha kelistrikan umum (IUKU) di lima kawasan industri Cikarang, yaitu Jababeka, East Jakarta Industrial Park, MM-2100, Lippo Cikarang, dan kawasan Bekasi International Industrial Estate. Perseroan telah mengelola dua PLTG dengan total kapasitas 864MW.

BERITA TERKAIT

Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun - Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi

NERACA Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

PTPN III Bakal Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun

Danai ekspansi bisnisnya, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) senilai Rp1 triliun. "Dana tersebut akan…

Produk UMKM di Tengah Pasar Global

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selama ini dikenal dalam tahan banting terhadap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…