Edukasi Lingkungan dengan Program Jalan Santai

Neraca. Diawali dengan kegiatan jalan santai dengan rute sepanjang kawasan ecopark, acara supporter gathering yang mengambil tema, “Do Better for Earth,” dilepas Ketua Dewan Penyantun WWF-Indonesia Kemal Stamboel dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk Budi Karya Sumadi, akan menyusuri empat zona di Ecopark, yakni; Eco-art, Eco-energy, Eco-nature, dan Eco-care.

Saat peserta mengitari eco-art dengan berjalan kaki, pengrajin patung badak binaan WWF Ujung Kulon lalu mendemonstrasikan teknik memahat patung badak dan menghias patung dengan motif batik menggunakan canting.

Bahkan sejumlah kelompok komunitas peduli lingkungan yang turut meramaikan pos ecoart, seperti; komunitas “Teens Go Green,” (TGG), klub pelajar peduli lingkungan setingkat SMA dan SMK di Jakarta, yang diinisiasi oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (DIKMENTI) DKI Jakarta, dan PT Pembangunan Jaya Ancol, memberi suasana aksi lingkungan yang digelar WWF Indonesia menjadi semarak dan penuh kegembiraan.

Wakil Menteri Kampanye TGG Sinta, menuturkan bahwa dengan berpartisipasi dalam kegiatan Supporter Gathering WWF ini, “Saya berharap dapat turut mengkampanyekan program-program kami kepada generasi muda lainnya khususnya para pelajar SMA dan SMK salah satunya adalah kampanye anti styrofoam. Kami juga punya sesi photo commitment dimana para peserta dapat berfoto sambil memgang papan yang bertuliskan berbagai tips gaya hidup hijau seperti stop penggunaaan styrofoam,” jelas Sinta.

Kelompok daur ulang XS Project juga turut meramaikan pos eco-art. Mereka memamerkan beragam kerajinan hasil olahan sampah plastik. Selain aktif di berbagai pameran, mereka juga telah memasarkan produk daur ulang mereka hingga ke mancanegara. Menariknya, hasil penjualan produk daur ulang tersebut diberikan kepada anak-anak pemulung sebagai beasiswa.

Sampah-sampah industri dan rumah tangga seperti bungkus deterjen, bungkus pelembut pakaian,billboard, serta pembungkus jok mobil diolah menjadi produk-produk yang menarik, misalnya tas jinjing, tas laptop, dompet, hingga tempat pensil cantik. Uniknya, setiap produk diberi label "Handmade in Indonesia from Waste collected by Trash Pickers".

Sementara di pos eco-energy, tim program Iklim dan Energi WWF-Indonesia mengkampanyekan penggunaan tenaga surya sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan melalui mini solar panel.

Kampanye peduli hutan dan spesies digiatkan di pos eco-nature. Mulai dari pengenalan produk-produk hutan ramah lingkungan sampai memperkenalkan kamera jebak, sebuah perlengkapan dokumentasi yang digunakan tim survei harimau WWF di lapangan untuk memperoleh gambar spesies langka tersebut.

Salah satu peserta yang hari itu datang bersama keluarganya, Efrianto mengungkapkan perasaan senang keluarganya dengan mengikuti kegiatan WWF Indonesia, “Ini sungguh pengalaman yang seru. Kami diperkenalkan apa itu kamera jebak, dan kami berpura-pura menjad harimau yang melintas di depan kamera jebak. Permainan yang menarik namun tetap mengandung unsur pembelajaran,” ungkap Efrianto.

Pos terakhir yang dikunjungi peserta adalah eco-care. Di pos ini, peserta diajak untuk menanam pohon secara simbolik di atas papan besar yang bergambar peta Indonesia. Aksi simbolik penanaman pohon ini rencananya akan direalisasikan awal tahun 2012 di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat. Seluruh hasil penjualan tiket Supporter Gathering akan disumbangkan bagi upaya reforestasi di kawasan konservasi tersebut.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 900 individu, berpartisipasi dalam ajang tahunan suporter WWF, “Do Better for Earth,” yang digelar 13 November lalu di Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Selain suporter dan staf WWF beserta anggota keluarga masing-masing, Manajemen Ancol, media massa, beragam kelompok komunitas hijau juga terlihat memadati kawasan sentra pembelajaran lingkungan tersebut dengan seragam hijau terang berlogo WWF.

BERITA TERKAIT

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Bank SulutGo Ekspansi Layanan Digital dengan Korpri

    NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) melakukan ekspansi layanan digital dengan Koperasi…

Tiga Tantangan Lingkungan Jelang 2030

Tiga Tantangan Lingkungan Jelang 2030 NERACA Jakarta - Akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Emil Salim mengatakan bahwa menjelang…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Produktivitas UMKM - XL Beri Pelatihan Literasi Digital di Lombok Tengah

Dalam rangka memberdayakan serta meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan meningkatkan perekonomian nelayan di…

Program CSR Bukan Hal Mudah Bagi Perusahaan

Dewasa ini kerap digelar acara pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate…

Tingkatkan Daya Saing UKM Manufaktur - YDBA Ajak Binaannya Kunjungi GS Battery di Semarang

Dalam rangka meningkatkan wawasan mengenai best practice pengembangan bisnis di bidang manufaktur, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak 42 usaha…